• Rabu, 13 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Deni Hakim Anwar, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda. Rabu (17/12/2025). (Foto: Abi/KutaiRaya)


‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, merespons laporan masyarakat terkait kualitas Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sejumlah titik, khususnya di ruas jalan protokol yang dinilai masih banyak menggunakan lampu model lama dan kurang maksimal dalam penerangan.

‎Deni menyampaikan, berdasarkan hasil pengawasan dan peninjauan lapangan, masih ditemukan LPJU berbentuk bulat dengan konstruksi lama di sejumlah jalan protokol, seperti Jalan Pahlawan, Jalan Dr. Sutomo, Jalan M.Yamin, Jalan Wirahayu, Jalan Pembangunan, Jalan Ir. H.Djuanda, hingga Jalan P. Antasari. Kondisi tersebut sejalan dengan keluhan warga yang merasa penerangan jalan masih kurang terang dan belum aman.

‎“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait lampu jalan yang redup bahkan ada yang sudah tidak layak. Ini tentu menjadi perhatian kami, apalagi di jalan-jalan protokol yang aktivitasnya cukup padat,” ujar Deni, Rabu (17/12/2025).

‎Ia menambahkan, saat peninjauan di Jalan Antasari, kondisi LPJU justru dinilai lebih memprihatinkan dibandingkan di Jalan Pahlawan. Selain lampunya masih model lama, beberapa tiang penerangan juga terlihat sudah miring dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

‎Namun demikian, Deni menjelaskan, bahwa Jalan Antasari merupakan ruas jalan nasional sehingga penggantian LPJU tidak bisa langsung dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda. Proses pergantian harus melalui mekanisme dan perizinan ke pemerintah pusat terkait LPJU-TTD.

‎“Untuk jalan nasional memang ada tahapan khusus yang harus ditempuh. Tapi ini tidak berarti dibiarkan. Kami di DPRD akan mendorong agar proses koordinasi dengan pusat bisa dipercepat,” tegasnya.

‎Menurut Deni, kondisi LPJU lama tidak hanya terlihat dari fisik tiang dan lampu, tetapi juga jaringan instalasi di bawahnya yang mulai rapuh. Hal ini dinilai tidak sejalan dengan konsep Samarinda sebagai kota peradaban. Ia mencontohkan LPJU di Jalan Basuki Rahmat yang sudah menggunakan desain ikon “Samarinda Pusat Peradaban” dengan pencahayaan yang lebih terang dan modern.

‎“Itu contoh yang baik. Ke depan, kami berharap standar LPJU seperti di Basuki Rahmat bisa diterapkan juga di jalan protokol lainnya,” katanya.

‎Deni juga menegaskan, laporan warga terkait lampu jalan yang padam, kurang terang, atau bahkan belum tersedia sama sekali di beberapa wilayah akan terus ditampung dan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah kota.

‎“LPJU ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga. Target kita jelas, bagaimana program ‘Samarinda Terang’ bisa benar-benar dirasakan masyarakat dalam tiga sampai empat tahun ke depan,” pungkasnya.

‎Berdasarkan data Dinas Perhubungan, kebutuhan LPJU di Kota Samarinda mencapai puluhan ribu titik. Namun pada tahap awal, penggantian sekitar 3.000 titik LPJU lama berbentuk bulat dengan konstruksi baru diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap melalui dukungan anggaran, termasuk yang direncanakan pada tahun 2026. (*Abi)



Pasang Iklan
Top