
Kepala Sekolah Bersama Guru SLB Kukar.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Sekolah Luar Biasa (SLB) Kutai Kartanegara (Kukar) yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Autis Kukar akhirnya memiliki tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) yang lebih layak setelah 22 tahun berdiri, meskipun hingga kini belum memiliki gedung sendiri.
Kepala SLB Kukar, Hj Harni menjelaskan, sekolah tersebut telah berdiri sejak 2003 dan selama ini berpindah-pindah lokasi karena belum memiliki fasilitas permanen.
Pada awal berdiri, SLB Kukar sempat menumpang di SLB Negeri Tenggarong, sebelum akhirnya harus keluar dan menyewa bangunan di Jalan Durian Gang Mega, Kelurahan Maluhu, akibat perubahan regulasi dan pergantian kepala sekolah.
"Kalau dihitung, usia sekolah ini sudah 22 tahun, tapi sampai sekarang kami belum punya gedung sendiri. Awalnya numpang di SLB Negeri, lalu harus keluar dan berpindah-pindah dengan menyewa," ujar Hj Harni, Selasa (16/12/2025).
Titik terang datang pada Juli 2025, saat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kukar berkunjung ke SLB Kukar.
Hj Harni menyampaikan kondisi sekolah yang belum memiliki gedung.
KNPI Kukar merespons dengan memberikan izin pinjam pakai gedung sekretariat mereka yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
"Alhamdulillah, setelah kami mengajukan surat permohonan ke Dispora, akhirnya disetujui. Tahun ini kami resmi pindah ke gedung ini dan tidak perlu menyewa lagi," ujarnya.
Saat ini, SLB Kukar melayani 40 peserta didik dengan sistem dua shift, yakni pagi dan siang.
Peserta didik berasal dari berbagai wilayah, seperti Sebulu, Loa Kulu, hingga Tenggarong Kota.
SLB Kukar menerapkan sistem satu atap, mencakup jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.
Hj Harni berharap ke depan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih, khususnya terkait penyediaan gedung permanen.
Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
"Harapan kami, kalau bisa dibangunkan gedung. Kalau belum memungkinkan, setidaknya tempat ini bisa dihibahkan agar kami bisa mengajukan rehabilitasi. Anak-anak ini berhak mendapatkan pendidikan yang sama," ucapnya tegas.
Dari sisi tenaga pendidik, SLB Kukar saat ini memiliki 9 guru.
Jumlah tersebut direncanakan bertambah menjadi 11 orang pada tahun ajaran 2026, seiring dengan potensi penambahan peserta didik yang membutuhkan pendampingan khusus.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana mengatakan, pemanfaatan gedung eks sekretariat KNPI untuk SLB Kukar merupakan bentuk kolaborasi yang positif antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan dunia pendidikan.
"Ini sesuatu yang luar biasa. Di Tenggarong sendiri, SLB negeri hanya ada satu. Kehadiran SLB swasta ini sangat membantu. Daripada gedung tidak dimanfaatkan, lebih baik digunakan untuk kegiatan belajar mengajar," ujarnya.
Menurut Dery, inisiatif tersebut berasal dari KNPI Kukar yang kemudian dikoordinasikan dengan Dispora.
Selama gedung tersebut belum digunakan KNPI, maka pemanfaatannya untuk pendidikan dinilai sangat bermanfaat.
"Ini bagian dari upaya kita bersama untuk memperbaiki sistem pendidikan dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat," ucapnya. (dri)