• Rabu, 05 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kalimantan Timur



Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Damayanti.(Foto:Ridwan/Kutairaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Maraknya kasus bullying di sekolah harus menjadi perhatian serius. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Damayanti menawarkan solusi dengan memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini.

“Pendidikan karakter itu tidak boleh kita abaikan. PAUD, TK, hingga SD harus mendapat perhatian serius, karena pembentukan karakter dimulai sejak dini,” ujarnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim ini mengatakan, membangun akhlak dan etika anak merupakan pondasi penting untuk mencegah kekerasan maupun perundungan.

Ia juga menekankan, bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam mengajarkan adab serta membentuk karakter anak.

"Anak-anak kita adalah generasi penerus Kalimantan Timur, keluarga juga memiliki peran sentral dalam mengajarkan adab serta membentuk karakter anak," ungkapnya.

Selain itu, Damayanti juga mencatat, bahwa angka kasus kekerasan terhadap anak di Kaltim juga tinggi. Hingga Juli 2025, tercatat lebih dari 400 anak menjadi korban kekerasan, baik di lingkungan keluarga maupun di luar rumah.

"Persoalan kekerasan terhadap anak tidak bisa dibebankan hanya pada keluarga atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," tuturnya.

Ia menambahkan, bahwa faktor utama yang sering memicu kekerasan anak berasal dari kondisi keluarga yang rapuh, salah satunya akibat tingginya angka pernikahan dini yang menyebabkan orang tua belum siap menjalankan peran mendidik anak.

“Sangat miris sekali jika kemudian per Juli ini ada 400 lebih anak-anak yang mengalami kekerasan. Ini harus dicari tahu permasalahannya di mana. Kekerasan anak-anak ini tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga atau pemerintah, tetapi adalah tanggung jawab bersama,” tandasnya. (One/Adv)



Pasang Iklan
Top