• Minggu, 10 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kutai Kartanegara



Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani.(Foto:Ridwan/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Pada momen peringatan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia ke - 80 Tahun 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara, selain digelar upacara, juga sekaligus pemberian penghargaan kepada guru di Kukar yang berprestasi.

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menginginkan, untuk penghargaan yang diberikan ini selain kepada guru di Kukar yang berprestasi, tapi juga diberikan kepada guru yang selama ini mengabdi di sekolah yang berada di wilayah pedalaman ataupun pelosok di Kukar.

Hal ini penting, karena para pengajar yang bertugas di daerah pelosok dan pedalaman ini sangat banyak menghadapi rintangan, mulai dari akses yang sulit sampai minimnya infrastruktur yang ada.

"Untuk penghargaan guru berprestasi ini memang harus didapatkan oleh guru yang berprestasi, dan nanti kedepannya agar jumlah guru yang berprestasi harus diperhatikan, karena sebenarnya jumlah guru berprestasi di Kukar ini banyak, namun yang mendapatkan penghargaan ini baru sebagian kecil, " ungkapnya.

"Dan untuk guru yang mengajar di wilayah pelosok itu sebenarnya yang harus juga diberi penghargaan, bagaimana guru itu mengabdi di daerah terpencil, kemudian medan didaerah pelosok kurang baik, harusnya ada penghargaan guru terkhusus yang dipelosok, termasuk daerah yang susah dijangkau, seperti daerah yang harus menyeberangi sungai, karena jasa-jasa guru ini bisa mendidik anak-anak kita, putra putri Kutai Kartanegara walaupun mereka bertugas didaerah pelosok Kita harap kedepan, penghargaan-penghargaan bagi guru yang mengajar di daerah terpencil ini juga harus ada apresiasi khusus, " terangnya.

Politikus PDIP ini menambahkan, memberikan apresiasi bukan hanya memberikan dukungan kepada para pengajar tetapi juga menunjukan komitmen pemerintah daerah untuk selalu mengembangkan kesetaraan Pendidikan di Kukar yang wilayahnya cukup luas.

"Pengabdian seorang guru di daerah pelosok tidak bisa diukur hanya dengan prestasi akademik. Mereka tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial di komunitas yang sering kali sangat terisolasi. Guru-guru ini menghadapi kondisi yang jauh berbeda dibandingkan rekan-rekan mereka di perkotaan, baik dari segi fasilitas, sumber daya pendidikan, hingga tantangan geografis. Namun, mereka tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas mulia mencerdaskan kehidupan bangsa," pungkasnya. (One/Adv)



Pasang Iklan
Top