
Sultan Aji Muhammad Idris, Sultan ke-14 Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.(Dok: Google)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kalimantan Timur memiliki sejarah panjang yang diukir oleh para tokoh yang memiliki peran dan perjuangan. Mulai dari seseorang yang visioner, sultan pemberani hingga pejuang kemerdekaan.
Sebagai salah satu Provinsi yang besar, Kaltim tentu memiliki kisah dan sejarah yang cukup panjang untuk digali. Hingga kini, sejarah Kaltim tidak hanya menjadi sebuah sejarah atau warisan, namun turut menginspirasi generasi muda Kaltim saat ini.
Namun, dibalik sejarah yang besar, juga terdapat para tokoh pahlawan yang berjuang didalamnya. Berikut lima nama besar di Kaltim, yang mendorong Benua Etam menjadi Provinsi yang besar.
1. Haji Abdoel Moeis Hassan.
Seorang tokoh yang menjadi pusat pergerakan pemuda di Kota Samarinda sejak pra kemerdekaan (1940-1945). Dirinya memimpin perjuangan melalui sistem diplomasi politik demi satu tujuan. Ykni, kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Timur.
Haji Abdoel Moeis Hassan sejak muda, diketahui aktif mendirikan organisasi bagi kaum muda, seperti Rockoen Pemocda Indoenesia dan Balai Pengajaran dan Pendidikan Ra
Selain ia berhasil membawa perubahan di Kalimantan Timur, perjuangannya turut menghantarkannya menjadi Gubernur Kalimantan Timur.
Muncul sebagai tokoh sentral pergerakan pemuda dari Samarinda pada era 1940-1945. Ia memimpin perjuangan diplomasi politik demi kemerdekaan RI di Kaltim. Sejak muda, Moeis telah aktif mendirikan organisasi seperti Rockoen Pemocda Indonesia dan lembaga pendidikan Balai Pengajaran dan Pendidikan Ra
2. Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto
Putra ke tujuh dari Sultan Aji Muhammad Alimuddin dan Kesultanan Kutai Kartanegara, yang menempuh pendidikan di OSVIA (Sekolah Pribumi untuk perawan negeri sipil) di Makassar.
Awalnya, APT Pranoto mengawali kariernya sebagai juru tulis pemerintah Kesultanan di Tenggarong, lalu sejak tahun 2927-1939, dirinya menjabat sebagai Kelapa Distrik Kota Bangun dan Sanga-Sanga di tahun yang sama.
Karirnya mulai meningkat pada tahun 1952, menjabat sebagai Bupati yang membantu jalannya pemerintahan Gubernur Kalimantan (1954).
Lalu, menjadi pelaksana tugas (Plt.) Gubernur Kalimantan Timur (1957) dan resmi dilantik menjadi Gubernur pertama pada tahun 1959. Sebagai penghargaan terhadap APT Pranoto, Bandar Udara di Kota Samarinda, menggunakan namanya sebagai nama bandar udara APT Pranoto.
3. Sultan Aji Muhammad Idris
Tokoh berpengaruh lainnya, datang dari seorang sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang gagah di medan perang. Ialah Sultan Aji Muhammad Idris, Sultan ke-14 (1735–1778). Merupakan Sultan pertama yang menyandang nama dengan nuansa Islam.
Sultan Aji Muhammad Idris, merupakan cucu menantu dari Sultan Wajo La Madukelleng di Sulawesi Selatan. Pejuangan nan gagah, ia torehkan pada saat berperang melawan penjajah VOC (Veerenigde Oostindische Compagnie) di Sulawesi Selatan.
Namun, perjuangannya harus dibayar dengan nyawa. Ia wafat sebagai seorang Sultan gagah berani melawan penindasan. Meninggalkan Kutai dalam masa transisi oleh Dewan Perwalian. Untuk saat ini, pahlawan tersebut diabadikan menjadi salah stau nama Perguruan Tinggi di Kalimantan Timur. Yakni, Universitas Islam Negeri Sultas Aji Muhammad Idris (UIN-SI) Samarinda.
4. Abdoel Wahab Sjahranie.
Seorang pahlawan kesehatan masyarakat Kalimantan Timur. Pada masanya menjabat sebagai Gubernur Kaltim di tahun 1972 hingga 1978, dirinya berhasil meningkatkan dan memindahkan Landschap Hospital menjadi rumah sakit yang kini banyak di percaya masyarakat Kaltim, yakni RSUD AW Sjahranie. Tujuannya hanya satu, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kaltim yang lebih Baik.
Terakhir, yakni 5. Awang Long atau Panglima Senopati Ario Awang Long.
Seorang panglima perang, memimpin perang melawan Belanda dan Inggris atas nama rakyat Kutau. Hal ini menandakan, semangat yang tak pernah padam dari warga Kutai untuk mendapatkan kemerdekaan dari penjajah.
Saat ini, sebagai bentuk penghormatan, Awang Long diabadikan menjadi nama Jalan Awang Long di Kota Samarinda.
Sebagai warga Kaltim, kita patut berbangga memiliki tokoh yang begitu revolusioner dalam membangun Kaltim. Hal ini menunjukkan betapa kayanya Kalimanta Timur. Tidak hanya dari segi sumber daya alam (SDA) saja. Namun juga kaya akn swjarah dan pwrnuangan para tokoh Kaltim.
Kaltim tentu tidak hanya memiliki lima nama tersebut sebagai pahlawan. Untuk itu, peran generasi muda Kaltim yang masif terhadap sejarah, kebudayaan dan perjuangan, merupakan aset penting dalam menjaga kelestarian sejarah di generasi muda. (*Abi)