• Selasa, 12 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎Ilustrasi pasar Segiri Kota Samarinda. Senin (17/11/2025).(Foto: Abi/KutaiRaya)


‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), sejumlah harga bahan pokok di Samarinda mulai menunjukkan pergerakan naik perlahan. Meski demikian, kondisi ini masih tergolong wajar dan belum menimbulkan kekhawatiran karena kenaikan masih dalam rentang normal.

‎Salah satu pedagang pasar, Mustaqin menjelaskan, sebagian besar bahan pokok seperti beras, minyak goreng dan gula masih berada pada harga standar. Meski begitu, beberapa komoditas seperti cabai dan bawang merah sudah mulai mengalami kenaikan perlahan.

‎"Untuk beras dan minyak belum ada kenaikan yang berarti. Tapi untuk cabe sama bawang merah mulai naik sedikit-sedikit," ungkapnya, Senin (17/11/2025).

‎Berdasarkan pemantauan dan keterangan Mustaqin, berikut rincian kisaran harga Bapokting terkini :

‎Beras medium :
‎Harga standar : Rp15.500 per kg
‎Potensi harga tinggi : Rp16.500–17.500 per kg

‎Minyak goreng kemasan 1 liter :
‎Harga standar : Rp22.000
‎Harga tinggi : Rp24.000–25.000

‎Gula pasir lokal :
‎Harga standar: Rp19.000 per kg
‎Harga tinggi: Rp21.000–22.000 per kg

‎Bawang merah :
‎Harga standar : Rp35.000 per kg
‎Harga saat ini : Rp37.000–38.000 per kg
‎Kenaikan : sekitar Rp2.000–3.000

‎Cabai rawit :
‎Harga standar : Rp80.000 per kg
‎Harga tinggi : Rp90.000–95.000 per kg

‎Meskipun ada kenaikan pada bahan seperti cabai dan bawang merah tersebut, menurut Mustaqin harga tersebut masih termasuk ringan.

‎"Biasanya jelang tahun baru memang ada naik, tapi ini belum yang drastis. Pembeli juga masih aman," ujarnya.

‎Saat ditanya soal persiapan menghadapi lonjakan permintaan Natal dan Tahun Baru, ia menegaskan, bahwa ia tidak melakukan penimbunan barang. Ia memilih mengikuti arus pasar seperti biasanya.

‎"Kalau persiapan saya tidak ada yang khusus. Jual saja seperti biasa. Kalau harga naik, ya ikut naik sedikit. Kalau stabil, ya ikut stabil," jelasnya.

‎Ia juga menuturkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya di mana harga bahan pokok bisa tidak terduga.

‎"Dulu waktu era Presiden sebelumnya, empat hari menjelang tahun baru malah sempat murah. Kita kira mahal, ternyata murah. Kalau sekarang beda, tapi masih bisa kita jalani," ucapnya menerangkan.

‎Mustaqin berharap, dalam hal persiapan Nataru, distribusi tetap lancar agar harga tidak melonjak secara tiba-tiba. Menurutnya, ketersediaan barang dari pemasok adalah kunci stabilnya harga.

‎"Yang penting barang dari pemasok lancar. Selama tidak ada yang nahan stok, harga juga masih bisa stabil," pungkasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top