• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Kutai Kartanegara



Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dispar Kukar M. Ridha Fatrianta (Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus berupaya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf) sebagai bagian dari program dedikasi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.

Salah satunya melalui program penguatan penggiat seni dan budaya daerah serta program stimulus komunitas kreatif, yang dirancang untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini disampaikan Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta.

Ia menjelaskan, kedua program tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kukar sebagai daerah tujuan wisata yang unggul dan berdaya saing.

"Untuk program dedikasi Bupati, ada dua fokus utama. Pertama, penguatan penggiat seni dan budaya daerah, dan kedua, stimulus bagi komunitas kreatif. Keduanya diarahkan untuk mengoptimalkan potensi budaya, wisata, serta pelaku ekonomi kreatif di Kukar," ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Ridha menjelaskan, Dispar Kukar saat ini tengah menyiapkan berbagai kebijakan strategis, di antaranya pengembangan wisata berbasis budaya daerah.

Salah satu fokusnya adalah membina dan mendampingi desa wisata berbasis budaya agar semakin menarik minat wisatawan.

"Kami menargetkan sejumlah desa wisata yang akan dikembangkan lebih jauh. Program ini diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya lokal Kukar," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan desain ulang Pulau Kumala agar menjadi pusat kuliner, seni, dan budaya Kukar.

"Pulau Kumala akan kami revisioning sebagai pusat kegiatan kuliner, seni, dan budaya. Ini termasuk bagian dari program dedikasi Pak Bupati Kukar untuk memperkuat identitas pariwisata daerah," kata Ridha.

Di sisi lain, dalam program stimulus komunitas kreatif, Dispar Kukar juga melakukan berbagai langkah intervensi untuk memperkuat kelembagaan dan legalitas pelaku ekonomi kreatif.

"Kami sedang menyusun standar dan legalitas ekonomi kreatif, termasuk pembentukan komite ekonomi kreatif di beberapa kecamatan, serta penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) bagi komunitas kreatif. Ada juga bantuan operasional untuk komunitas dan pengelolaan gedung Kekraf (Komite Ekonomi Kreatif)," ucapnya.

Ridha menambahkan, sebagian besar program akan mulai berjalan pada tahun 2026, namun sejumlah kegiatan sudah mulai disinkronkan dengan rencana perubahan anggaran tahun ini.

"Sebagian program sudah mulai disiapkan tahun ini, tetapi pelaksanaannya secara penuh akan berjalan di tahun depan. Prinsipnya, program ini adalah kelanjutan dari visi Kukar Idaman Terbaik, melanjutkan dan mengefektifkan program yang belum maksimal sebelumnya," tuturnya.

Selain pengembangan destinasi dan penguatan komunitas kreatif, Dispar Kukar juga berupaya mendorong kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD daerah.

Salah satunya melalui sosialisasi pajak dan retribusi daerah bagi pelaku pariwisata dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

"Rencananya, Jumat ini kami bersama Bapenda akan melakukan sosialisasi Perda tentang Pajak dan Retribusi Daerah kepada pelaku pariwisata. Kami ingin menyamakan pemahaman bahwa pajak bukan beban pelaku usaha, melainkan bagian dari kontribusi pengunjung," tutur Ridha.

Ia berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, dapat mendukung langkah pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kami berharap dukungan semua pihak agar program ini bisa berjalan maksimal. Kritik dan masukan sangat kami butuhkan agar arah pengembangan pariwisata Kukar semakin tepat dan berkelanjutan," ucapnya. ( (adv/dri)



Pasang Iklan
Top