
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Ari Muhammad Junaidi (Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menumbuhkan minat masyarakat, terutama generasi muda, dalam melestarikan olahraga tradisional.
Melalui Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kukar memberikan dukungan dan fasilitasi berupa sarana dan prasarana kepada sekolah maupun kelompok masyarakat yang aktif mengembangkan olahraga tradisional.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Ari Muhammad Junaidi, mengatakan bahwa pembinaan olahraga tradisional menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, memperkuat nilai budaya, serta menjaga warisan leluhur agar tidak punah di tengah kemajuan zaman.
"Pemerintah daerah menjadi mitra dalam membudayakan olahraga masyarakat, termasuk olahraga tradisional. Hal ini harus dimulai sejak usia dini, salah satunya melalui kegiatan di sekolah-sekolah," jelas Ari.
Ia menambahkan, Dispora Kukar membuka ruang bagi sekolah-sekolah yang ingin mengembangkan kegiatan olahraga tradisional dengan mengajukan proposal bantuan sarana dan prasarana. Beberapa sekolah bahkan telah menerima bantuan peralatan seperti bakiak (kelom panjang) dan gasing, sebagai upaya memperkenalkan permainan tradisional kepada peserta didik.
"Kami tidak bisa memberikan semua fasilitas ke setiap sekolah karena keterbatasan anggaran, namun bagi sekolah yang proaktif mengajukan proposal, tentu akan kami fasilitasi sesuai kemampuan," ungkapnya.
Selain di tingkat sekolah, Dispora Kukar juga terus mendorong partisipasi para pegiat olahraga tradisional di tingkat nasional. Namun, Aji Ari mengakui adanya penyesuaian jumlah peserta yang dikirim ke ajang nasional akibat kebijakan rasionalisasi anggaran perjalanan dinas.
"Misalnya pada Pekan Olahraga Nasional (Pornas) KORMI di NTB lalu, dari sebelumnya 77 orang, kami hanya bisa memberangkatkan sekitar 30 orang. Ini bagian dari kebijakan efisiensi sesuai amanat Presiden," ujarnya.
Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa pembinaan olahraga tradisional di Kukar berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), sementara Dispora berperan sebagai fasilitator.
"Data para pegiat olahraga tradisional ada di KORMI sebagai induk organisasi. Kami di Dispora berperan mendukung dan memfasilitasi kegiatan mereka agar terus berkembang," terangnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dapat semakin memperkuat ekosistem olahraga tradisional di Kukar. Dukungan media juga diharapkan membantu menyebarkan informasi kepada masyarakat luas bahwa pemerintah daerah siap memfasilitasi kegiatan olahraga tradisional sesuai peruntukan dan kemampuan anggaran.
Dengan langkah-langkah tersebut, Dispora Kukar berkomitmen menjadikan olahraga tradisional bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan kebersamaan masyarakat Kutai Kartanegara. (adv/dri)