• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Kutai Kartanegara



Rakor Finalisasi Rancangan Rencana Strategis Tahun 2025-2029.(Andri wahyudi/kutairaya)

TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Melalui rapat koordinasi finalisasi rancangan rencana strategis (Renstra) tahun 2025–2029, sekaligus pemutakhiran peta kerentanan dan ketahanan pangan serta neraca bahan makanan, Pemkab Kukar berupaya menekan potensi kerawanan pangan di tingkat desa.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (11/11/2025) ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mewakili Bupati Kukar, serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri melalui Sekda Kukar Sunggono menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan program ketahanan pangan, terutama dalam mengatasi dua sisi permasalahan, yakni kerentanan pangan di desa dan kelebihan pangan di wilayah perkotaan.

"Hari ini kita mencoba mengkolaborasikan program ketahanan pangan dari sisi yang perlu mendapat perhatian. Pertama, terhadap kerentanan pangan di desa, dan kedua terhadap kelebihan pangan yang sering terjadi di hotel atau rumah makan. Jangan sampai sumber pangan terbuang tanpa bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," jelasnya.

Sunggono mencontohkan, upaya penyaluran makanan berlebih dari hotel atau rumah makan ke panti asuhan maupun lembaga sosial lainnya bisa menjadi solusi konkret untuk menekan pemborosan pangan sekaligus membantu masyarakat rentan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi bagi kepala desa di wilayah yang teridentifikasi rentan rawan pangan. Edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong keterbukaan dan kolaborasi dalam mencari solusi terbaik sesuai penyebab utama kerentanan di tiap daerah.

"Intervensi kita tidak bisa disamaratakan. Kalau penyebabnya distribusi pangan sulit, tentu kita bantu dari sisi transportasi. Kalau karena tidak ada tenaga kesehatan, itu juga indikator kerentanan. Jadi kita lihat dari hasil pemetaan hari ini," tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menginisiasi kerja sama penyelamatan pangan untuk mengurangi angka pemborosan pangan di masyarakat.

Menurutnya, sekitar 16 persen pangan di Kukar terbuang di meja makan, terutama di sektor hotel dan rumah makan. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan menggagas program "Pangpangan", sebuah gerakan sosial yang melibatkan relawan dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Ikatan Remaja Masjid, dan mahasiswa.

"Relawan-relawan ini nantinya akan membantu menyalurkan pangan berlebih dari hotel, rumah makan, dapur umum, hingga SPPG ke masyarakat yang membutuhkan, seperti panti asuhan dan pondok pesantren. Harapannya, pangan yang masih layak tidak terbuang, tetapi bisa menjadi berkah bagi yang membutuhkan," terang Ananias.

Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfokus pada distribusi pangan, tetapi juga pada penyelamatan lingkungan dari potensi limbah makanan yang berlebihan.

Langkah kolaboratif ini menjadi bukti komitmen Pemkab Kukar dalam membangun sistem ketahanan pangan yang inklusif dan berkeadilan. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan Kukar mampu menjadi daerah yang tangguh terhadap ancaman kerawanan pangan sekaligus lebih bijak dalam pengelolaan sumber pangan yang tersedia. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top