
Salah Satu UMKM di Tenggarong.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Di tengah berbagai kemajuan dan tantangan zaman, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran dan fasilitas. Faktor utama justru terletak pada kesadaran serta kemauan pemuda untuk berkembang dan beradaptasi dengan perubahan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyebutkan bahwa tantangan terbesar dalam program kepemudaan saat ini adalah rendahnya motivasi sebagian anak muda untuk menggali potensi diri dan memanfaatkan peluang yang sudah disiapkan pemerintah.
"Setiap program pasti punya tantangan. Salah satunya, masih ada pemuda yang belum memahami atau belum tertarik mengikuti kegiatan pembinaan yang sebenarnya sudah kami siapkan untuk mereka," ungkapnya, Rabu (5/11/2025)
Menurut Ali, masih banyak kalangan muda yang memilih gaya hidup santai tanpa memikirkan masa depan dan pengembangan kemampuan. Pola pikir seperti ini, katanya, dapat menghambat terbentuknya generasi muda yang tangguh, mandiri, dan siap bersaing.
"Masih ada anak muda yang lebih nyaman nongkrong dan bersantai daripada mengasah keterampilan. Padahal dunia kerja sekarang menuntut keahlian, bukan sekadar ijazah," tegasnya.
Lebih lanjut, Ali juga menyoroti pandangan sebagian orang tua yang masih mendorong anak untuk segera bekerja di perusahaan setelah lulus sekolah tanpa mempertimbangkan pentingnya peningkatan kompetensi jangka panjang.
"Bekerja di perusahaan memang cepat menghasilkan, tapi tidak menjamin masa depan. Ketika perusahaan berhenti beroperasi, banyak yang kebingungan karena tidak punya keahlian lain," ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dispora Kukar terus memperkuat sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta memperluas jangkauan program pembinaan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Upaya ini bertujuan agar kegiatan pengembangan kepemudaan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Koordinasi antar-OPD sudah berjalan baik, tapi perlu diperluas hingga ke tingkat bawah agar program pembinaan bisa tepat sasaran," jelasnya.
Dispora Kukar juga aktif menjalin kerja sama dengan sekolah, komunitas, dan organisasi kepemudaan. Ali berharap, dengan pendekatan kolaboratif, kegiatan pembinaan tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar mencetak pemuda yang berdaya dan produktif.
"Kami ingin pembinaan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak nyata bagi masa depan anak muda Kukar. Mereka adalah investasi jangka panjang bagi daerah,"pungkasnya. (adv/dri)