• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dispora Kutai Kartanegara



Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi (Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Meski sejumlah kegiatan mengalami penyesuaian akibat kebijakan rasionalisasi anggaran nasional, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Pembudayaan Olahraga tetap berkomitmen melaksanakan berbagai program yang mendukung pembinaan dan pelestarian olahraga masyarakat di daerah.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, mengatakan bahwa hingga akhir tahun 2025 pihaknya masih memiliki satu agenda besar yang akan direalisasikan, yakni kegiatan Off-Road 4x4 yang masuk dalam kategori olahraga tantangan.

"Untuk akhir tahun ini, kami masih menyisakan satu kegiatan, yaitu Off-Road 4x4 yang merupakan bagian dari Festival Olahraga Masyarakat. Rencananya akan digelar pada 9 November di Samboja," ujarnya Kamis (6/11/2025).

Ari menjelaskan, sejumlah kegiatan olahraga tahun ini sempat tertunda akibat kebijakan rasionalisasi anggaran dari pemerintah pusat. Meski begitu, Dispora Kukar tetap berupaya agar program pembudayaan olahraga tetap berjalan dengan baik.

"Kami memang terdampak kebijakan rasionalisasi, sehingga beberapa kegiatan tidak bisa dijalankan. Namun tanpa mengurangi semangat, kami tetap melaksanakan berbagai kegiatan rutin seperti PPLPD (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah) serta pembinaan olahraga tradisional," terangnya.

Menurut Ari, pelaksanaan kegiatan olahraga tradisional menjadi salah satu prioritas Dispora Kukar karena memiliki nilai budaya dan kearifan lokal yang perlu dijaga.

"Kami tetap memfasilitasi kegiatan olahraga tradisional yang diselenggarakan komunitas dan masyarakat. Salah satunya baru-baru ini diadakan di Sungai Bawang oleh Persekutuan Dayak Kenyah dan Dayak Galtim, yang juga dihadiri langsung oleh Bupati Kukar," jelasnya.

Dispora Kukar turut memberikan dukungan dalam bentuk hadiah dan piala bagi para peserta sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap pelestarian olahraga tradisional.

"Walaupun tidak bisa mendukung secara penuh karena keterbatasan anggaran, kami tetap berupaya hadir dan memberikan kontribusi pada kegiatan masyarakat, apalagi yang memiliki nilai budaya," tambahnya.

Lebih lanjut, Ari mengungkapkan bahwa kebijakan rasionalisasi anggaran paling berdampak pada bidang pembudayaan olahraga, khususnya pada pelaksanaan kegiatan olahraga tradisional dan pembinaan dasar.

"Kalau untuk bidang pembinaan prestasi olahraga memang lebih sedikit terdampak, tetapi di bidang pembudayaan, kami cukup merasakan dampaknya. Beberapa kegiatan harus disesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada," tuturnya.

Meski demikian, Ari menegaskan bahwa semangat Dispora Kukar untuk memajukan olahraga masyarakat tidak surut. Pihaknya akan terus mendukung kegiatan yang mampu menumbuhkan semangat sportivitas dan memperkuat persatuan masyarakat melalui olahraga.

"Dispora Kukar tetap berkomitmen menjalankan peran dalam membina, memasyarakatkan, dan melestarikan olahraga, baik modern maupun tradisional. Kami berharap ke depan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak semakin kuat agar pembinaan olahraga di Kukar bisa terus berkembang," tandasnya. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top