
Progres Pengerjaan Jembatan Tenggarong (Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pembangunan Jembatan Tenggarong terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Berdasarkan laporan terbaru dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Bina Marga, progres fisik proyek strategis ini telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti mengemukakan, pengerjaan jembatan kini telah memasuki tahap pengecoran di bentang tengah.
"Per tanggal 27 Oktober progresnya sudah 84 persen, dan kini setelah pengecoran bentang tengah selebar kurang lebih 20 meter, diperkirakan sudah mencapai sekitar 90 persen,"kata Linda, Jumat (31/10/2025).
Linda mengatakan, pengerjaan jembatan dilakukan secara bertahap dan terukur.
Setelah penyelesaian bentang tengah, pekerjaan akan dilanjutkan pada sisi Kartini serta bagian Penjahitan yang saat ini masih menunggu penyelesaian pembesian.
"Untuk sisi Kartini, pembesian lantainya sudah selesai. Sementara untuk sisi penjahitan masih tahap pembesian sebelum pengecoran," tuturnya.
Linda menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan rencana pengerjaan oprit atau bagian pendekat jembatan, yang akan dimulai dari arah Monumen Barat, depan Masjid Agung Tenggarong.
"Nanti kami mulai melakukan pengurukan jalan existing menuju jembatan. Karena posisi jalan cukup tinggi, maka prosesnya dilakukan bertahap menyesuaikan elevasi jembatan," ujarnya.
Pihak DPU Kukar berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) terkait rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan saat pengerjaan bagian akhir nanti.
"Kalau nanti sudah masuk tahap finishing dan pengaspalan, akan ada penyesuaian lalu lintas. Bisa jadi satu arah sementara, tergantung hasil koordinasi dengan instansi terkait," tuturnya.
Untuk tahap akhir, pekerjaan akan difokuskan pada pengaspalan bentang tengah dan pemasangan atribut jembatan, seperti railing serta perlengkapan keselamatan lainnya.
"Target kami awal November sudah selesai pengecoran. Setelah umur beton mencapai 21 hari, langsung dilanjutkan pengaspalan di akhir November hingga awal Desember," ujar Linda.
Meskipun berjalan lancar, Linda mengaku proyek ini sempat mengalami beberapa kendala teknis, terutama terkait pemindahan utilitas milik PDAM, PLN, dan Telkom yang berada di area proyek.
"Sejak tahun lalu kami sudah menyurati pihak-pihak pemilik utilitas tersebut agar dilakukan pemindahan. Namun, prosesnya cukup lambat karena mereka masih meminta biaya pemindahan, padahal sesuai aturan seharusnya menjadi tanggung jawab pemilik utilitas," ucapnya.
Dengan progres yang terus meningkat dan koordinasi lintas sektor yang intensif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar optimistis Jembatan Tenggarong dapat rampung sesuai target.
"Jembatan ini diharapkan menjadi salah satu infrastruktur vital yang memperlancar arus lalu lintas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Tenggarong," tuturnya. (dri)