• Selasa, 09 Desember 2025
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Kutai Kartanegara



Bupati Aulia Saat Meninjau Lahan Pertanian di Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong (Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meninjau langsung lahan sawah yang telah lama tidak dikelola di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kamis (23/10/2025).

Peninjauan ini dilakukan menyusul laporan masyarakat mengenai sekitar 200 hektare lahan yang tidak bisa ditanami akibat genangan air yang terus terjadi.

Bupati Aulia Rahman Basri menjelaskan, permasalahan utama di kawasan tersebut adalah banjir yang terjadi secara terus-menerus akibat saluran air yang tidak berfungsi optimal. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan intervensi melalui program normalisasi aliran air dan sungai.

"Hari ini kita melihat langsung lokasi di Loa Ipuh. Berdasarkan laporan masyarakat, ada sekitar 200 hektare lahan yang tidak bisa ditanami karena terus-menerus tergenang. Maka dari itu, diperlukan intervensi berupa normalisasi aliran air agar lahan ini dapat kembali produktif," ujar Aulia.

Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kukar dalam mewujudkan program Kukar Idaman Terbaik, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian melalui optimalisasi lahan yang sudah ada, bukan dengan membuka lahan baru.

"Dari total 17 ribu hektare sawah di Kukar, baru sekitar 13 ribu hektare yang aktif ditanami. Artinya, masih ada lahan-lahan yang belum teroptimalkan, termasuk di Loa Ipuh ini. Karena itu, intervensi pengairan dan infrastruktur pertanian menjadi prioritas," tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Aulia menyampaikan bahwa pelaksanaan program tersebut akan dimulai pada tahun 2026. Anggaran yang disiapkan berkisar antara Rp8 hingga Rp10 miliar, sesuai dengan hasil perencanaan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

"Kegiatan ini akan masuk dalam anggaran tahun 2026 yang saat ini sedang difinalisasi. Kita sudah minta dukungan DPRD agar anggarannya bisa dikawal dan direalisasikan," jelasnya.

Selain pengairan, Pemkab Kukar juga akan memperhatikan pembangunan jalan usaha tani, yang berfungsi menghubungkan lahan pertanian dengan jalur distribusi hasil panen.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Loa Ipuh, Lakir Prawoto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati Kukar yang menjadi motivasi tersendiri bagi para petani di wilayahnya.

"Ini merupakan kunjungan pertama Bapak Bupati Aulia ke Loa Ipuh. Kehadiran beliau memberikan semangat baru bagi petani. Kami berharap program normalisasi dan pemeliharaan irigasi benar-benar dapat terlaksana," ujarnya.

Lakir menjelaskan, terdapat lima kelompok tani aktif yang mengelola lahan di kawasan tersebut, yakni Kelurahan Loa Ipuh ada Kelompok Tani Harapan Jaya, Mandong Lahong, Subur Makmur, dan Irama Desa. Kemudian Kelurahan Loa Ipuh Darat ada Kelompok Tani Sumber Rezeki.

Ia menambahkan, selama ini petani memang sudah beberapa kali menerima bantuan sarana produksi seperti benih dan pupuk, namun bantuan untuk sarana irigasi masih minim.

"Dulu irigasi di sini banyak dibantu oleh PT Tanito Harum melalui program CSR, tapi sekarang sudah berkurang. Jadi, harapan kami pemerintah bisa melanjutkan peran itu," jelasnya.

Kendala utama petani saat ini adalah tidak adanya saluran pembuangan air. Akibatnya, ketika hujan turun, air mudah menggenangi sawah dan menghambat proses tanam.

"Sumber air sebenarnya cukup, tetapi karena tidak ada irigasi primer untuk pembuangan, sawah sering kebanjiran," tutup Lakir.

Dengan total lahan lebih dari 200 hektare yang belum optimal, langkah pemerintah dalam memperbaiki sistem pengairan dan infrastruktur pertanian di Loa Ipuh diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top