• Sabtu, 06 Desember 2025
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Prosesi Beseprah, Rangkaian Erau Adat Kutai 2025.(Andri wahyudi/kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin berbaur dengan masyarakat dalam tradisi Beseprah sebagai rangkaian Erau Adat Kutai 2025 yang berlangsung di depan Museum Mulawarman Tenggarong, Kamis (25/9/2025).

Prosesi beseprah atau duduk bersila dilakukan sembari makan bersama masyarakat. Dalam prosesi ini, tidak ada yang dibedakan semua membaur dan makan bersama, baik Bupati, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Mohamad Arifin, para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, beseprah ini merupakan warisan budaya yang syarat akan nilai-nilai kehidupan.

Tradisi ini berkaitan dengan makna hakiki, kesederajatan dalam masyarakat, di mana semua orang tanpa terkecuali duduk bersila, berjejer sama rendah, tanpa mengenal derajat dan jabatan.

Beseprah pada masa Kesultanan Kutai dahulu, para pangeran dan kaum bangsawan turun langsung untuk melayani dan menghidangkan makanan kepada seluruh rakyat yang hadir.

Tradisi ini mengandung pesan fundamental bahwa pemerintah pada hakikatnya adalah pelayan masyarakat, pemimpin adalah abdi bagi rakyatnya.

"Tradisi ini mengingatkan kita semua, bahwa fitrah manusia adalah saling melayani, saling bantu-membantu, saling tolong-menolong, satu dengan yang lainnya," ujarnya.

Filosofi beseprah ini, utamanya bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), diharapkan benar-benar bisa dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat pemimpin melayani ini merupakan bekal untuk melaksanakan amanah atau jabatan yang diberikan.

Ketika pemimpinnya melayani, rakyatnya patuh pada aturan.Sehingga Kukar akan menjadi daerah atau kabupaten yang aman, damai dan sejahtera.

"Melalui acara beseprah ini, kita semua ingin membangun kembali kesadaran akan pentingnya kebersamaan untuk membangun dan memakmurkan daerah," ucapnya.

Perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Heriansyah yang bergelar Pangeran Noto Negoro, menjelaskan Erau Adat Kutai tahun 2025 mengusung tema Menjaga Marwah Nusantara.

Beseprah atau makan bersama dengan duduk bersila atau melantai menjadi simbol, harapan dan doa yang dipanjatkan oleh Sultan agar selalu bisa mengayomi rakyat yang dipimpinnya.

Di mana Sultan membaur dan merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya.

Beseprah melambangkan kesejajaran antar berbagai kalangan masyarakat. Secara pemaknaan, beseprah berarti duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, sehingga dapat dimaknai sebagai sarana untuk menjalin rasa persaudaraan rakyat dalam memperkerat silaturahmi antarsesama

Selain itu, tradisi ini terdapat pesan moral bagi seorang pemimpin harus dekat dan membaur dengan rakyatnya.

Kesultanan Kutai dan pemerintah terus menjaga tradisi turun-temurun yang telah mengakar dalam kehidupan rakyat Kukar.

"Kami merasa tersanjung dan bangga serta mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berupaya melestarikan budaya dan keterlibatan OPD terkait," tuturnya. (dri)



Pasang Iklan
Top