• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Lahan Pertanian Padi Sawah di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu (Andri Wahyudi/KutaiRaya)

TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Kalimantan Timur, dengan pemenuhan 40 persen kebutuhan beras. Pada 2024 lalu, hasil produki pertanian khususnya padi di Kukar mencapai 106.554 ton.

Produk padi tersebut tersebar dihampir semua kecamatan di Kutai Kartanegara. Dari data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, produksi tertinggi di Kecamatan Tenggarong Seberang dengan jumlah 31.724 ton, disusul Loa Kulu 16,938 ton, Muara Kaman 16,848 ton, Anggana 7,293 ton, Tenggarong 7,246 ton, Marangkayu 5,571 ton, Tabang 4,666 ton, Sebulu 4,312 ton, Samboja 2,863 ton, Kota Bangun Darat 2,240 ton, Muara Wis 2,013 ton, Loa Janan 1,533 ton, Muara Jawa 1,209 ton, Muara Badak 527 ton, Kembang Janggut 413 ton, Kota Bangun 377, Samboja Barat 341 ton, Sangasanga 227 ton, Kenohan 154 ton, dan Kecamatan Muara Muntai 59 ton.

Salah satu wilayah yang menjadi sentra pertanian adalah di Kecamatan Loa Kulu.

Kepala Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu, Sutarno mengatakan, khusus di Desa Sumber Sari menjadi salah satu kawasan pengembangan pangan. Ada kurang lebih 318 hektare sawah. Kemudian untuk hortiknya kurang lebih sekitar 50 hektare yang produktif. Kemudian terkait perkembangan pertanian di desa Sumber Sari ini memang menjadi salah satu perhatian dari pemerintah Kukar.

"Artinya berbagai fasilitas mulai dari sarana irigasi, kemudian juga pompa air, kemudian alasintan itu banyak mendapat support dari pemerintah kabupaten untuk pengembangan pertanian di desa Sumber Sari," ujar Sutarno Senin (25/8/2025).

Sutarno berharap tetap ada bantuan dari pemerintah, karena untuk biaya untuk pertanian cukup tinggi, sementara kenaikan harga beras ini juga tidak terlalu signifikan.

"Jadi harapan kita bantuan dari pemerintah itu tetap menjadi harapan buat kami," jelasnya.

Ia menyebutkan, untuk produksi per hektare masih rata-rata bisa mencapai sampai 4-5 ton. Kalau kondisi bagus bisa mencapai 6 ton sekali panen per hektare.

Pengembangan pertanian diwilayah tersebut juga terdukung dengan infrastruktur yang memadai, sebab banyak yang telah dibangun. Hanya saja, yang menjadi permasalahan adalah air yang belum memadai ketika kemarau, Sehingga salah satu alternatif dengan pembuatan sumur bor.

"Dan alhamdulillah di Sumber Sari sudah ada 4 unit sumur bor yang dibangun oleh TNI dan pemerintah Kabupaten Kukar," terangnya.

Dengan pengembangan pertanian dan Kukar jadi lumbungnya pangan Kaltim, Anggota DPRD Kukar Safruddin, berharap agar pemerintah tetap konsen untuk memajukan pertanian dalam arti luas, tidak hanya sebatas dukungan bantuan namun pembinaan dan penyuhan wajib dilakukan.

"Apalagi tantangan yang dihadapi para petani, pekebun, dan nelayan adalah kurangnya akses terhadap bibit unggul, pupuk, dan infrastruktur penunjang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Taufik mengatakan Kukar menjadi lumbung pangan di Kaltim, dengan potensi lahan pertanian mampu menghasilkan sekitar 100 ribu ton produksi padi per tahun.

"Kemudian kita lihat sekarang ini di beberapa hamparan sawah. Dengan kondisi air yang masih tersedia, masih bisa berjalan usaha tani khususnya padi dengan baik, termasuk juga hortikultura," ungkapnya.

Untuk mengatasi tantangan pertanian ini, Pemkab Kukar telah melakukan pemetaan wilayah potensial pertanian melalui program pembangunan pertanian berbasis kawasan. Saat ini, lima kecamatan telah ditetapkan sebagai zona prioritas, yaitu Muara Kaman, Sebulu, Tenggarong, Tenggarong Seberang, dan Loa Kulu, serta dua kecamatan tambahan, Marangkayu dan Kota Bangun.

"Kami juga memastikan penguatan sektor pertanian ini dapat diselesaikan dalam periode RPJMD yang berakhir pada tahun 2026," tutupnya.

Data Produksi Pertanian Kukar Khusus Padi Tahun 2024
1.Kecamatan Tenggarong Seberang 31,724 ton,
2.Kecamatan Loa Kulu 16,938 ton
3.Kecamatan Muara Kaman 16,848 ton
4.Kecamatan Anggana 7,293 ton
5.Kecamatan Tenggarong 7,246 ton
6.Kecamatan Marangkayu 5,571 ton
7.Kecamatan Tabang 4,666 ton
8.Kecamatan Sebulu 4,312 ton
9.Kecamatan Samboja 2,863 ton
10.Kecamatan Kota Bangun Darat 2,240 ton
11.Kecamatan Muara Wis 2,013 ton
12.Kecamatan Loa Janan 1,533 ton
13.Kecamatan Muara Jawa 1,209 ton
14.Kecamatan Muara Badak 527 ton
15.Kecamatan Kembang Janggut 413 ton
16.Kecamatan Kota Bangun 377
17.Kecamatan Samboja Barat 341 ton
18.Kecamatan Sangasanga 227 ton
19.Kecamatan Kenohan 154 ton
20.Kecamatan Muara Muntai 59 ton.
(dri)



Pasang Iklan
Top