
Nelayan sedang mencari ikan.(Foto:Muhammad Aldi)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Fenomena air tohor atau surut sering terjadi, khususnya di wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Akibat peristiwa itu, tak sedikit nelayan mengeluhkan harga ikan anjlok karena mudahnya mencari ikan.
Salah satu nelayan Desa Liang Kecamatan Kota Bangun, Muhammad Aldi mengatakan, air tohor ini terjadi sejak sepekan yang lalu. Peristiwa ini mudahkan nelayan, untuk mencari ikan.
"Ikan yang diperoleh itu dihargai murah bahkan tidak laku dijual," kata Muhammad Aldi pada Kutairaya, Jum
Perolehan ikan selama air tohor dalam sehari bisa mencapai sekitar 100 Kilogram, yang terdiri dari berbagai jenis ikan. Namun harga ikan itu bervariasi seperti ikan biawan hanya Rp 5 ribu perkilogram, paling mahal sekitar Rp 15 ribu untuk ikan nila, patin dan lainnya.
Menurutnya, dengan harga ikan anjlok pendapatannya menurun. Dirinya berharap, meskipun ikan melimpah harga ikan bisa stabil. Sehingga menjadi berkah bagi nelayan.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Liang Rodiani membenarkan adanya peristiwa air tohor. Ini sering terjadi setiap tahunnya. Dengan adanya peristiwa ini, memang ada sejumlah nelayan yang mengeluhkan atas harga jual yang anjlok.
"Kami memiliki lahan yang cukup luas dan nganggur, lahan itu bisa digunakan untuk kolam, ketika hasil tangkap melimpah dan harga anjlok bisa dipelihara terlebih dahulu," sebut Rodiani.
Hal ini juga telah dikoordinasikan dengan, pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar.
Sementara itu terpisah, Kepala DKP Kukar Muslik menjelaskan, nelayan perlu adanya penguatan kelembagaan untuk menampung seluruh hasil panen, dengan harga stabil. Naik dan turunnya harga perikanan sudah biasa terjadi, karena menyesuaikan kebutuhan pasar dan ketersediaan stok atau over kapasitas.
"Ketika produk itu sudah over di pasaran, maka harga bisa turun. Tapi kalau permintaan tinggi di pasaran maka harga bisa naik," ucap Muslik, Jumat (8/8/2025).
Dirinya berharap, nantinya bisa dibentuk koperasi atau memasukan usaha perikanan ini di Koperasi Merah Putih. Hadirnya koperasi ini dalam mendukung perekonomian masyarakat, sehingga terwujudnya masyarakat yang sejahtera.
"Pembudidaya ikan juga harus bisa memanagement atau mengatur waktu, untuk menebar bibit. Sehingga masa panen juga bisa menyesuaikan dan tak bebarengan dengan yang lainnya," ungkapnya. (ary)