• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Penyedia Kredit Komersial Bankaltimtara Cabang Tenggarong Catur Yudha P (kiri).(Foto:Akhmad Rizki/KutaiRaya)


TENGGARONG (KutaiRaya.com): Sebanyak 1.748 debitur dari masyarakat Kukar telah memanfaatkan program Kredit Kukar Idaman (KKI) hingga Juni 2025. Hal ini menunjukan program tersebut sangat memberikan manfaat kepada pelaku usaha, khususnya dalam mengembangkan usaha.

Penyelia Kredit Komersial Bankaltimtara Cabang Tenggarong Catur Yudha P mengatakan, antusias masyarakat Kukar dalam pemanfaatan program KKI ini sangat tinggi. Ada sekitar 2.000 lebih masyarakat yang mengajukan pinjaman melalui program KKI.

Namun lanjutnya, tidak semua bisa dicover oleh program tersebut, karena harus menyesuaikan syarat yang telah ditentukan. Sehingga dapat meminimalisir resiko yang ada.

"Kenaikan debitur program KKI dari tahun ke tahun cukup signifikan, yang saat ini sudah mencapai 1.748 orang. Hal ini dinilai cukup besar dengan plafond kredit hingga Rp 50 juta," kata Catur Yudha pada Kutairaya, belum lama ini.

Ia menyebutkan, total anggaran yang telah disalurkan melalui Program KKI ini ada sekitar Rp 36 milliar. Sedangkan untuk tingkat kesehatan terhadap pembayaran cukup tinggi, karena hanya 1 persen saja untuk kredit macet.

"Penyaluran ini cukup sehat, untuk kredit macetnya hanya 1 persen," imbuhnya.

Ia mengaku, pihaknya tak berbicara soal target pencapaian. Namun yang harus ditekankan program ini terus berjalan, dengan kondisi yang sehat.

"Kalau ditarget program ini malah menjadi bomerang, ada di daerah luar yang mengejar target, namun terancam distop akibat kualitasnya tak baik terlebih pada tingkat kesehatan pembayaran angsuran," jelasnya.

Sementara dikatakan Catur, seluruh masyarakat Kukar dapat mengakses program KKI ini, pada Bankaltimtara yang terdekat. Memang program ini diperuntukan masyarakat sebagai stimulan, khususnya bagi pelaku UMKM.

"Area pemasaran KKI ini telah dicover oleh masing-masing cabang Bankaltimtara. Persyaratan cukup mudah hanya perlu jaminan usaha dan data tidak blacklist," pungkasnya. (Ary)



Pasang Iklan
Top