
Kepala Satlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli.(Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Jumlah pelanggar lalu lintas di Kutai Kartanegara dalam pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2025 meningkat, dibanding tahun lalu. Operasi patuh digelar selama 14 hari, terhitung 14 Juli hingga 27 Juli 2025.
Kasatlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli menyampaikan, selama operasi berlangsung, pihaknya mencatat 604 pelanggaran lalu lintas, angka tersebut melonjak naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 414.
“Artinya ada peningkatan di tahun sebelumnya sekitar 46 persen, penindakan ini kita lakukan dibeberapa Polsek, seperti Polsek Anggana, Samboja, Loa Janan, Muara Jawa, dan Tenggarong Seberang Jadi fokusnya tidak di wilayah sekitar Tenggarong saja,” ujar AKP Ahmad Fandoli pada Kutairaya.com, di ruang kerjanya, Selasa (29/7/2025).
Dari total tersebut, jenis pelanggaran yang sering ditemui dan ditindak adalah pengendara dibawah umur serta pengendara tidak menggunakan helm, selain itu ditemukan kendaraan dengan nopol mati atau STNK yang sudah tidak diperpanjang lagi.
“Daerah seperti Kecamatan Anggana, Loa Janan, kami banyak menemukan anak anak SMP yang nekat mengendarai motor siang hari, mereka juga sering tidak memakai helm, bahkan ada yang berboncengan lebih dari satu,bonceng 3, bonceng 4,” ungkapnya.
Pihaknya hanya menindak 7 prioritas sasaran, selain itu pihaknya akan melakukan teguran kepada pengendara tersebut, seperti pengendara yang menggunakan knalpot brong.
“7 prioritas itu diantaranya menggunakan hp saat berkendara, pengendara dibawah umur, berboncengan lebih dari 1 orang, tidak menggunakan helm SNI, mengemudi dalam pengaruh alkohol, mengemudi melawan arus, mengemudi melewati batas kecepatan,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan dalam melaksanakan operasi, pihaknya mengahadapi tantangan atau kendala seperti jarak tempuh ke wilayah Polsek yang jauh dari Tenggarong
“Contohnya dari jarak Tenggarong ke Anggana bisa memakan waktu 2,5 jam, atau Muara Jawa bisa sampai 2,5 sampai 3 jam, jadi terkendala oleh jarak,” pungkasnya
Pihaknya berencana akan melakukan kegiatan razia rutin minimal 1 kali dalam sebulan, di wilayah tersebut dan juga akan memperbanyak kegiatan sosialaisasi yang melibatkan bhabin kamtibmas.
“Tujuannya untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat dan menertibkan masyarakat,” tutupnya.
(*zar)