• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Martono Arry Saputra.(Foto:Potrait Grind)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) Berawal dari hobi, seorang fotografer Tenggarong Martono Arry Saputra mampu meraup jutaan rupiah dari hasil memotret.

Hasil yang diperoleh mencapai Rp 1 juta lebih dalam sekali event. "Event itu seperti lomba lari dan lainnya. Selain di event, saya juga memotret saat Car Free Day (CFD) dan aktivitas olahraga," kata Martono Ary Saputra, di Kelurahan Timbau, Sabtu (26/7/2025).

Sementara di CFD dan aktivitas olahraga ini, masyarakat bisa mengambil file foto itu dengan harga Rp 15 ribu per file. Untuk melihat hasil foto, konsumen bisa mengunjungi akun instagram Potrait Grind dan bisa langsung DM, untuk mengambil file foto yang diperlukan.

Menurutnya, hobi jika disalurkan dengan tepat pastinya akan memberikan manfaat atau menjadi peluang bisnis. Awalnya memotret objek secara random dan bergabung ke dalam komunitas.

"Di dalam komunitas itu kita saling belajar dan diberi pembinaan cara memotret dengan baik dan tepat," ucapnya.

Ia mengatakan, memotret itu ada tekniknya mulai dari pemilihan angle, pencahayaan dan alat foto yang digunakan. Jadi dalam memotret, untuk menghasilkan produk berkualitas tidak boleh sembarangan.

Melalui dunia fotografer, dirinya sering bertemu dengan orang orang yang profesional dibidang yang sama. Sehingga hal ini dapat menjadi kesempatan, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang fotografi.

"Kita membentuk komunitas Keker Tembak, komunitas ini menjadi bagi wadah kita semua, termasuk menentukan tarif setiap pengambilan file foto," tegasnya.

Sehingga dalam penjualan file foto tak ada yang saling menjatuhkan, bagi fotografer. Sehingga profsei fotografer menjadi peluang bisnis yang sehat. Menentukan tarif jasa potret telah menjadi kesepakatan bersama.

Menjadi fotografer juga harus memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan memang ahli dibidangnya.

"Meskipun masih ada yang belum mendapatkan sertifikasi fotografer, tapi tetap kita rangkul untuk kemajuan profesi fotografer. Bukan berarti yang belum ini tak profesional, tapi mungkin ada kendala lain yang lebih penting," jelasnya.

Ia juga mengaku telah mendapatkan sertifikasi fotografer yang difasilitasi oleh pemerintah daerah, melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar. Pelatihan dan peningkatan kompetensi ini sangat penting, bagi profesi fotografer untuk dapat meningkatkan kualitasnya.

Sementara itu Kabid Peningkatan SDM Ekonomi Keeatif (Ekraf) Dispar Kukar Antoni Kusbiantoro menyebutkan, pelatihan dan peningkatan kompetensi secara rutin dilaksanakan, termasuk profesi fotografer

Hal itu bertujuan, untuk meningkatkan kompetensi SDM dan mendukung pengembangan sektor ekraf. Fotografer ini menjadi salah satu ekraf, yang perlu dibina dan dikembangkan.

"Kita meningkatkan komptensi pelaku ekraf, pastinya bisa memberikan manfaat terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pada ekraf itu sendiri,"sebut Antoni Kusbiantoro. (ary)



Pasang Iklan
Top