• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah.(Siti Khairunisa/Kutairaya)


SAMARINAD,(KutaiRaya.com):Kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan tambang dan alat berat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan baru-baru ini, Gubernur Kaltim menemukan langsung kendaraan alat berat melintas dan mengangkut barang di jalan umum.

Temuan itu menjadi sorotan serius karena aktivitas tersebut dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur dan berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.

"Pemprov juga menyoroti kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan tambang dan alat berat," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah, Senin (21/07/2025).

Untuk menjawab persoalan tersebut, Dinas Perhubungan Kaltim mengusulkan pengaktifan kembali jembatan timbang di sejumlah titik strategis. Usulan itu telah disampaikan ke Kementerian Perhubungan, karena kewenangan pengelolaan jembatan timbang berada di tangan pemerintah pusat.

"Dinas Perhubungan Kaltim telah mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan untuk mengaktifkan kembali jembatan timbang di beberapa titik strategis. Mengingat kewenangan pengelolaan jembatan timbang berada di tangan pemerintah pusat, Gubernur Kaltim telah menyurati Kementerian pada awal Juli lalu," jelasnya.

Saat ini, hanya dua jembatan timbang yang masih berfungsi, yaitu di kilometer Balikpapan-Samarinda dan di Jeroqot. Namun, jumlah tersebut dianggap belum mencukupi untuk mengawasi kendaraan tambang yang lalu lalang di berbagai jalur di Kaltim.

"Pemprov mengusulkan agar jembatan timbang juga dipasang di ruas barat, tengah (Kubar), dan utara, mengingat tingginya mobilitas kendaraan tambang di jalur-jalur tersebut. Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari Kementerian," tuturnya. (skn)



Pasang Iklan
Top