• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Area rak buku di Perpustakaan Samarinda.(Siti Khairunisa/Kutairaya)


SAMARINDA, (Kutairaya.com): Kebutuhan terhadap fasilitas publik yang inklusif semakin dibutuhkan, termasuk di lingkungan perpustakaan. Di Kota Samarinda, masih terdapat tantangan dalam menjadikan perpustakaan sebagai ruang terbuka yang ramah untuk semua, mulai dari penyandang disabilitas hingga pekerja media.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Erham Yusuf, saat menyoroti pentingnya pembenahan fasilitas di perpustakaan daerah.

"Kalau kita memang ingin memanjakan pengunjung, tentu harus menyesuaikan segmen," ujar Erham, Jum’at (18/7/2025).

Erham menekankan bahwa kelompok disabilitas memerlukan dukungan aksesibilitas yang memadai, seperti rak buku yang bisa dijangkau kursi roda serta ketersediaan koleksi buku braille dan audiobook. Lansia, menurutnya, juga membutuhkan ruang baca yang memberi rasa nyaman secara emosional.

Tak hanya itu, kebutuhan kalangan jurnalis dan pekerja media pun turut menjadi perhatian. Menurut Erham, perpustakaan seharusnya menyediakan fasilitas teknologi informasi yang memadai agar fungsinya tak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga bekerja dan mengakses informasi digital secara efisien.

"Kalau semua itu tersedia di perpustakaan, pengunjung nggak perlu repot lagi bawa laptop atau tablet. Tinggal datang dan bekerja dengan tenang," ucapnya.

Ia menyatakan pihaknya terbuka terhadap saran dari masyarakat guna memperbaiki dan menambah fasilitas layanan yang ada saat ini. Menurutnya, perpustakaan ideal adalah ruang belajar yang menyenangkan, bukan tempat yang terasa formal dan membatasi.

"Harapannya, semua orang bisa merasa bahwa perpustakaan ini adalah ruang mereka juga," tutupnya. (skn)



Pasang Iklan
Top