• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sekretaris KONI Kukar, Izmil Patola.(Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG (KutaiRaya.com): Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh Provinsi Sumatera Utara 2024 telah berlalu. Namun para atlet dan pelatih cabang olahraga di Kukar yang mewakili daerah Kaltim dan meraih prestasi dalam ajang bergengsi tersebut hingga kini belum menuai perhatian dari pemerintah.

Ada 30 cabang olahraga (Cabor) yang mengikuti ajang PON diantaranya, Cabor Anggar, Angkat Berat, Angkat Besi, Atletik, Balap Sepeda, Binaraga, Cricket, Dancesport, Golf, Gulat, Hoccky, Judo, Kabbadi, Karate, Kempo, Kurash, Panahan, Panjat Tebing, Pencak Silat.

Kemudian, Cabor Rugby, Sambo, Salam, Sepatu Roda, Sky Air, Squash, Tarung Derajat, Tenis Meja, Tinju dan Wushu.

Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar Izmil Patola menyebut, dari total 30 cabor itu, atlet Kukar menorehkan prestasi gemilang, 10 atlet mendapat medali medali emas, 24 atlet meraih perak, dan 33 atlet mendapatkan perunggu.

"Saat ini kami memperjuangkan agar para para atlet mendapatkan bonuss dari pemerintah,” kata Izmil Patola kepada Kutairaya, Jumat (18/7/2025).

Ia menyebut sejauh ini telah koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar. Pemerintah daerah tengah mencari landasan payung hukum yang tepat dalam penyaluran bonus atau penghargaan tersebut.

"Memang kita harus berhati hati dalam penyaluran keuangan daerah, ini harus jaga bersama sama. Karena celahnya di KONI ini sangat besar," jelasnya.

Pihaknya juga menginginkan dalam penyaluran itu tak merugikan pihak pihak lain atau yang terjerat dalam kasus hukum. "Kita sudah maksimal memajukan bidang olahraga, tapi percuma saja kalau terjerat persoalan hukum," ucapnya.

Ia juga tak bisa memastikan waktu penerimaan bonus Atlet maupun Pelatih yang berhasil meraih prestasi pada ajang PON itu. Terkait hal ini, KONI Kukar juga akan berdiskusi dengan DPRD melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Sebagai tindak lanjut itu, kita akan melakukan RDP di DPRD dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Ia tak mengetahui pasti terkait jumlah atau nilai trencana pemberian bonus itu. Intinya pemerintah daerah tengah menyelesaikan atau memastikan payung hukum, karena Peraturan Daerah (Perda) berkaitan hal itu sudah ada. Tinggal penjabaran dari Perda itu ialah Peraturan Bupati (Perbub) sebagai penguatan atau menetapkan nilai.

Dirinya juga tak mengetahui nilai anggaran KONI saat ini. Karena KONI ini merupakan kepengurusan baru dan pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran.

"Kami komitmen untuk memperjuangkan bonus itu untuk atlet dan pelatih. Agar mereka lebih bersemangat untuk melakukan pembinaan secara mandiri," ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada para atlet dan pelatih jika bonus benar benar direaliasikan oleh pemerintah agar bisa menggunakan dana itu dengan baik, khususnya dalam pengembangan olahraga.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olagraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni menjelaskan, terkait pemberian bonus kepada Atlet atau pelatih yang bertanding di PON itu, tak bisa dipastikan.

"Kita tak bisa memastikan pemberian bonus kepada mereka, karena ada beberapa hal," jelas Aji Ali Husni.

Ia menyebutkan, kondisi keuangan daerah saat ini tengah dilakukan rasionalisasi atau efisiensi, sesuai dengan intruksi Presiden. Hal itu menjadi salah satu alasan, yang tak bisa dipastikan dalam pemberian bonus kepada mereka.

"Kami berharap, kepada seluruh cabor di Kukar atau Atlet terus semangat dalam melakukan latihan. Sehingga bisa menghasilkan prestasi terbaik pada ajang yang diikuti itu," harapnya. (ary)



Pasang Iklan
Top