• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Tanaman hortikultura metode hidroponik.(Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) Kelompok Wanita Tani Lestari Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kukar, mengalami kendala terhadap pemasaran hasil panen dan hama khususnya pada tanaman hortikultura dengan metode hidroponik.

Sekretaris KWT Lestari Rempanga Lisnawati mengatakan, merawat tanaman hortikultura ini tak mudah, karena harus memahami pertumbuhan tanaman tanpa media tanah.

"Menanam dengan metode hidroponik ini tak mudah. Kita perlu memahami pertumbuhan tanaman dengan metode hidroponik," kata Lisnawati pada Kutairaya, Kamis (17/7/2025).

Menurutnya, hama atau penyakit menjadi tantangan dalam proses penanaman hidroponik. Penyakit itu bisa saja terjadi akibat dari kurangnya nutrisi pada tanaman, yang dipengaruhi faktor cuaca maupun air yang digunakan.

"Memang menanam sistem hidroponik lebih simple dari sisi waktu, karena tanpa menggunakan waktu dan tenaga ekstra, yang harus memberikan pupuk, obat obatan dan lainnya," ucapnya.

Selain itu, yang menjadi tantangan ialah pemasaran. Sementara untuk pemasaran saat ini hanya di lingkup anggota KWT saja. Untuk itu, hasil panen hortikultura ini perlu dipasarkan secara lebih luas.

Terkait hal itu, telah dikoordinasikan dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). PPL menyarankan para petani untuk lebih paham terhadap tanaman metode hidroponik. Sementara terkait dengan pemasaran, PPL menyarankan KWT untuk dapat dijual di pusat keramaian seperti Car Free Day (CFD) dan lainnya.

Sementara tanaman hortikultura yang ditanam dengan metode hidroponik itu ialah, pakcoy, selada dan seledri. Dengan tingkat produksi yang tinggi dan pemasaran luas, diyakini dapat meningkatkan perekonomian KWT khususnya dalam kemajuan KWT itu sendiri.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat memberikan solusi, untuk keberlangsungan KWT ini. KWT ini beranggota sekitar 20 orang dan mereka memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan sektor pertanian. Agar terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap, sektor pertanian hortikultura dengan metode hidroponik dapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, untuk memajukan sektor pertanian," harapnya.

Dirinya juga sangat bersyukur atas bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah daerah pada 2024 kemarin. Bantuan itu meliputi, bibit, pupuk, cultivator, rumah hidroponik.

"Semoga kedepan KWT kita bisa lebih diperhatikan, terlebih didukung dengan rumah hidroponik untuk pengembangan pertanian hortikultura," ungkapnya.

Sementara secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Taufik menjelaskan, pengembangan dan peningkatan produksi pertanian dalam arti luas menjadi prioritas pemerintah daerah, yang telah tertuang di dalam visi dan misi Kukar Idaman Terbaik.

"Kami terus memperhatikan yang menjadi kebutuhan petani, termasuk pada tanaman hortikultura," jelas Muhammad Taufik.

Untuk mengatasi keluhan para petani, Distanak Kukar memiliki Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). PPL ini bagian dari kepanjangan tangan pemerintah daerah, dalam menyerap aspirasi petani. Yang kemudian untuk dicarikan solusi.

"Kami komitmen terus mengembangkan sektor pertanian di Kukar. Pertanian ini bagian dari ketahanan pangan," pungkasnya. (ary)



Pasang Iklan
Top