
Suasana TC Mandiri di Arkan Camp.(Foto:Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Asosiasi Seni Tarung Tradisi (Asta) Kalimantan Timur mengirimkan 9 atletnya untuk bertarung di Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 29-31 Juli 2025. Dari 9 fighter tersebut, 7 diantaranya merupakan atlet binaan Arkan Camp Kutai Kartanegara.
7 fighter dari Kukar dibina langsung oleh Rony Abdurahman selaku Pembina Arkan Camp.
Rony Abdurahman mengatakan bahwa fighter yang dibina sudah melalui proses seleksi dan kini dalam tahap masa pematangan melalui Training Camp (TC) Mandiri
"Kami TC setiap hari,meskipun tidak anggaran TC dari Kormi,kami akan maksimalkan dengan TC secara mandiri,"ujar Rony Abdurahman yang juga merupakan Ketua Umum PP Asta, kepada Kutairaya.com di Tenggarong, Rabu (16/7/2025).
Ia mengatakan tujuan untuk mengikuti Fornas adalah untuk menyalurkan bakat para fighter muda di Kukar agar dapat mencapai prestasi ditingkat nasional.
9 fighter Asta Kaltim yang akan mengikuti Fornas VIII 2025 di NTB diantaranya Chalista Alfarida Abdurahman di kelas 25 kg junior putri ,M. Angkasa Abdurahman kelas 35 kg junior putra,Febrina Naurah Sutejo di kelas 45 kg junior putri,Dani Sepyanto kelas 48 kg junior putra , Hebron Marcelino Mollet kelas 56 kg junior putra ,Aditya Wardhana kelas 65 kg senior putra.
Kemudian Amalina di kelas 56 kg elite putri,Valdi Satria kategori gerak rasa tunggal bersenjata dan Fauziyyah Muffida Hartati kategori gerak rasa tunggal tanpa bersenjata.
Menurutnya, ajang Fornas ini merupakan ajang yang sama seperti Pekan Olahraga Nasional. Asta saat ini dibawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi).
"Kalau Kormi tujuannya ke Fornas sedangkan Koni tujuannya ke PON, jadi ini merupakan ajang yang ditunggu tunggu para atlet,"jelasnya.
Ia yakin dengan latihan yang keras, para fighter binaanya dapat meraih medali emas, terutama salah satu andalan Asta Kaltim yaitu Amalina di kelas elite putri yang sudah memiliki 2 sabuk nasional, dan tahun ini Amalina sedang bersiap tampil di ajang One Pride MMA di akhir tahun.
"Di Fornas nanti, kami turunkan Amalina di kelas elite untuk mendapatkan sabuk, kalau di Asta, kategori elite itu seperti petarung profesional, jadi setelah Fornas Amalina akan bersiap incar sabuk di One Pride MMA,"tegasnya.
Latihan yang diberikan untuk para atlet begitu keras, terutama di fisik, ia berencana akan menjaga dan menekan berat badan fighter agar bisa masuk ke kelas yang ditentukan.
"Semisal kelas tandingnya 45 kg, sedangkan berat mereka melebihi 45 kg, jadi kami press semaksimal mungin sampai 45 kg, dan pada saat mereka selesai di timbang dan makan, nantinya berat mereka bukan 45kg lagi, tapi bisa melebihi 45 kg sehingga saat bertanding powernya kita dapat,ini adalah salah satu strategi,"ungkapnya.
Fighter Arkan Camp sendri bukan yang pertama kalinya mengikuti ajang Fornas, dirinya mengatakan sudah 2 kali mengikuti Fornas yang diadakan setiap 2 tahun sekali.
"Kami Fornas 2021 di Palembang , 2023 di Jawa Barat selalu meraih prestasi,cuma kami kurangnya perhatian dari pemerintah daerah,"pungkasnya.
Sementara itu,salah satu fighter Asta, Amelina yang akan turun di kelas 56 kg elite putri, begitu bersemangat mengikuti ajang Fornas nantinya.
"Kesempatan ini sangat berharga ya, karena diadakan setiap 2 tahun sekali, targetnya saya akan memperebutkan sabuk emas di Fornas nantinya,"jelas Amalina.
"Untuk kesiapannya lebih ke fisik dan teknik teknik untuk bertanding nanti,"tutupnya. (*zar)