• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Produk andalan WidyaOrchid, anggrek dan pot kayu ulin (Foto:Siti/KutaiRaya)

SAMARINDA (KutaiRaya.com) Berawal dari kecintaan terhadap anggrek, Wiwit Widyandari (51) kini menjelma menjadi pelaku UMKM yang mengedepankan inovasi dan keberlanjutan. Usaha rumahan miliknya, WidyaOrchid, tak hanya menjual tanaman hias, tetapi juga memperkenalkan produk pot dari kayu ulin daur ulang yang menjadi ciri khas usahanya.

Pot berbagai bentuk ia buat sendiri dari limbah molding kayu ulin yang diolah kembali menjadi wadah unik dan fungsional untuk menanam anggrek. Dengan pendekatan yang berwawasan lingkungan, Wiwit menyasar pasar dekoratif seperti perkantoran, lobi hotel, hingga acara-acara resmi.

"Selain untuk menambah penghasilan ya kami para UMKM, usaha emak-emak itu untuk pemerintah kota kan supaya menggerakkan itu untuk tanaman hias ini ada di dalam ruangan ataupun di luar ruangan kan," ungkap Wiwit, Senin (14/07/2025).

Wiwit memulai usahanya secara serius dua tahun terakhir, meski dirinya telah memelihara anggrek sejak satu dekade silam. Dari rumahnya di Jalan Sultan Alimuddin, Gang Perjuangan 1, RT 94, Kelurahan Sambutan, Samarinda, ia mengelola pembibitan, perawatan, hingga produksi pot dan display produk jualannya.

"Saya ini kalau usaha 2 tahun ini, cuma kalau dari, pertamanya dari hobi saya. Ada 10 tahun sudah saya pelihara anggrek ini, cuma untuk usaha saya 2 tahunan ini," ungkapnya.

Ratusan jenis anggrek tumbuh subur di rumahnya. Namun, saat mengikuti pameran atau bazar UMKM, Wiwit hanya membawa koleksi tertentu yang disesuaikan dengan lokasi acara dan daya beli pengunjung. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp50 ribu hingga jutaan rupiah.

"Gigantia ada temen itu jual sampai harga motor Scoopy," ujarnya.

Tak hanya menjual, Wiwit juga membagikan pengetahuan dasar tentang cara merawat anggrek kepada pembelinya. Ia menilai banyak anggapan keliru bahwa anggrek sulit dipelihara, padahal yang dibutuhkan hanyalah pemahaman dasar soal akar dan media tanam.

"Kan anggrek ini dia gak suka dengan medianya itu, akarnya itu ditutup gitu gak suka. Dia suka lebih terbuka terbuka gitu akarnya keluar-keluar gini dia malah subur," jelasnya.

Ia menerapkan sistem menggantung anggrek agar akarnya mendapat cukup cahaya dan udara. Menurutnya, cara ini terbukti membuat tanaman lebih sehat dan kuat.

Selain memperluas pemasaran lewat produk pot, Wiwit juga tengah mengembangkan layanan sewa anggrek. Ia melihat peluang besar untuk memenuhi kebutuhan dekorasi, mulai dari pelaminan hingga interior hotel, tanpa harus menjual tanamannya secara langsung.

"Lagi mau disewa kayak gitu loh. Disewa, panjangan hiasan, pengantin, gitu-gitu. Disewa tapi di hotel aja. Mudah-mudahan ya, kemarin sudah coba-coba," tuturnya.

Melalui perpaduan antara kreativitas, kecintaan pada tanaman, serta kesadaran terhadap lingkungan, Wiwit Widyandari menjadikan WidyaOrchid bukan sekadar usaha rumahan, tetapi contoh nyata bagaimana hobi bisa berkembang menjadi gerakan ekonomi yang berkelanjutan. (skn)



Pasang Iklan
Top