
Ketua Gerindra Kukar, Alif Turiadi (Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG (Kutairaya.com) Pelayanan air bersih di Kutai Kartanegara dinilai belum maksimal. Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, yang digunakan setiap saat.
Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kukar Alif Turiadi menilai, masih ada masyarakat Kukar hingga saat ini belum menikmati pelayanan air bersih. Pelayanan air bersih ini sudah seharusnya merata di Kukar tanpa pengecualian.
"Jelas air bersih ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan harus menjadi skala prioritas pemerintah daerah," kata Alif Turiadi pada Kutairaya, Sabtu (12/7/2025).
Dari informasi yang diterima, masih ada wilayah belum mendapatkan kebutuhan air bersih ini yaitu, di Dusun Berakit Desa Teratak, Kecamatan Muara Kaman. Hal ini harus menjadi evaluasi pemerintah daerah dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat.
"Masyarakat memiliki hak yang sama, terlebih dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Jangan tebang pilih," ucapnya.
Selama ini masyarakat yang belum menikmati air bersih itu, hanya menggunakan air Sungai Mahakam bahkan sumur bor atau void bekas lubang tambang batu bara. Hal ini sangat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.
Menurutnya, kesehatan masyarakat akan terganggu jika mengkonsumsi air yang tak layak seperti terkena penyakit kulit bahkan pertumbuhan yang tak maksimal.
"Kami terus mengawal ini melalui Fraksi Gerindra di DPRD Kukar. Agar pelayanan air bisa bisa dinikmati seluruh masyarakat Kukar," ujarnya.
Tak hanya air bersih, program terhadap ketahanan pangan juga harus diprioritaskan. Karena itu menjadi program nasional dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Raka Buming Raka.
Selain itu, menurut dia, APBD Kukar yang besar ini harus betul betul dirasakan oleh seluruh masyarakat, terlebih untuk pelayanan atau kebutuhan dasar, ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan dan lainnya. (ary)