
Penampilan Tari Nusantara dari Desa Jembayan (Andri Wahyudi/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Tari Nusantara tampil memukau masyarakat pada acara Festival Jembayan Kampong Tuha 6, di Desa Jembayan, Sabtu (12/7/2025). Berbagai kesenian tari ditampilkan pada acara itu, mulai dari tarian nusantara hingga pertunjukan beladiri silat.
Acara ini digelar oleh pemerintah Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa ke 390 tahun tepatnya di halaman Kantor Desa. Hiburan hingga UMKM ikut memeriahkan event tahunan ini.
Selah satu peserta Mamace (mamak mamak kece) mengatakan bahwa pada kesempatan ini ia bersama penari lainnya menampilkan tarian nusantara tari tradisional. Tarian ini berasal dari penjuru indonesia mulai dari gerak, musik dan pola tarian yang bervariasi.
"Kami mengangkat tari nusantara ini karena untuk mengenalkan kebudayaan yang ada di Indonesia. Tarian ini tetap dipertahankan ditengah modernisasi, dan
terus dikembangkan sampai saat ini." ujarnya
Selain tarian Nusantara, tarian Rempu mboojo dari suku Bima yang ada di Desa Jembayan ikut menampilkan tarian dengan menggunakan pakaian khas NTB. Rimpu merupakan cara berpakaian perempuan yang ada di Suku Mbojo dengan balasan kain tenun, semakin membuat penari tampak lebih anggun dan tentunya menjaga martabat bagi perempuan yang mengenakannya.
Sementara itu, Plt. Sekertaris Camat Loa Kulu Khairudinata mengatakan bahwa penampilan dari penari ini merupakan bagian dalam mengenalkan kebudayaan yang ada di Desa Jembayan. Selain itu masih ada beberapa situs bersejarah yang ada di Jembayan yang harus dilestarikan.
"Kami pemerintah kecamatan sangat mendukung dengan adanya seperti ini. Dan agenda rutin ini juga sebagai wadah untuk memberikan kesempatan pelaku seni yang ada di Jembayan serta dapat menghibur masyarakat." ujarnya
Tentu tidak hanya hiburan saja, dampak dari kegiatan festival ini juga dirasakan oleh para pelaku UMKM, serta melestarikan kebudayaan yang ada di Desa Jembayan.
"Saya lihat masyarakat cukup antusias menyaksikan tarian khas nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih perlu hiburan. Semoga kegiatan ini terus diadakan dan lebih meriah lagi." tutupnya. (dri)