
SMP Negeri 2 Tenggarong menerima penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2023 dari Gubernur Kalimantan Timur.(Foto: dok SMPN 2 Tengarong)
TENGGARONG, (Kutairaya.com) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tenggarong saat ini tengah mempersiapkan menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri 2025. Sekolah Adiwiyat Mandiri merupakan bentuk penghargaan tertinggi dalam program berwawasan lingkungan.
Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yunus mengatakan bahwa sekolah adiwiyata terdapat beberapa tingkatan,dimulai dari adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi, nasional, mandiri dan internasional
"Adiwiyata tingkat kabupaten dan provinsi dibawah naungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar,sedangkan tingkat nasional langsung dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.Pada 2023 kita sudah menjadi predikat adiwiyata nasional,"ungkap Yunus pada Kutairaya.com,Jumat 11 Juli 2025.
"Untuk tahun ini, kami akan maju ke adiwiyata mandiri, di Kukar SMP yang maju ke Adiwiyata Mandiri hanya SMP Negeri 2 Tenggarong,"sebutnya.
Ia menjelaskan untuk menjadi Adiwiyata Mandiri harus memenuhi syarat yang ditentukan diantaranya, mendapatakan predikat Sekolah Adiwiyata Nasional terlebih dahulu, dan harus membina 3 sekolah yang harus lolos minimal menjadi Sekolah Adiwiyata kabupaten atau provinsi.
"Kemudian harus menerapkan aksi nyata dari 6 aspek, diantaranya sanitasi, drenase, pengelolaan sampah, konservasi air, konservasi energi,"katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan penerapan 6 aspek tersebut harus dilakukan oleh siswa yang didampingi oleh guru . “Ada foto, video aksi nyata siswa dalam menerapkan 6 aspek tersebut dan harus disebarkan di media sosial sebagai bentuk dokumen,”pungkasnya.
Selain itu, persyaratan untuk menjadi adiwiyata mandiri adalah sekolah harus memiliki program inovasi dalam rangka berbudaya pada lingkungan atau memanfaatkan sampah menjadi karya yang berharga atau bernilai
"Untuk SMP Negeri 2 Tenggarong ada memiliki program inovasi tersebut, yakni kami memanfaatkan lahan yang tidak dapat digunakan untuk tanaman, akhirnya kita membangun rumah jamur atau budidaya jamur, kemudian kita memanfaatkan sampah seperti daun, batang menjadi pupuk kompos,"jelasnya.
"Kemudian kami juga memanfaatkan buah di sekolah yang tak layak makan menjadi pupuk kompos cair ,dan kami juga memanfaatkan jahe , cengkeh dan tanaman herbal untuk dijadikan jamu,"tambahnya.
Lebih lanjut, syarat berikutnya menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri adalah menjalin kerja sama minimal 6 pihak luar terkait dengan lingkungamn dan penanganan sampah."Kita sudah beberapa menjalin kerja sama seperti DLHK, bank sampah, penyplai jamur dan lainnya,"tambahnya
Ia menyampaikan menuju Adiwiyata Mandiri, tantangan terbesarnya adalah mendampingi sekolah binaan sampai berhasil lolos serta menciptakan inovasi lingkungan di tengah keterbatasan lahan sekolah.
"Harapan saya ini bisa terwujud, bukan hanya untuk meraih penghargaan, tapi siswa SMP Negeri 2 Tenggarong bisa generasi yang peduli terhadap lingkungan, seperti memanfaatkan sampah untuk dijadikan barang yang bernilai atau bnerharga,"tutupnya.
Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana SMP Disdikbud Kukar Mujahidin mengapresiasi SMP Negeri 2 Tenggarong yang tengah menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri
"Jadi sekolah yang menjadi Adiwiyata Mandiri itu, sangat memperhatikan atau mempraktekan 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle. jadi saya sangat mengapresiasi kepada SMPN 2 Tenggarong untuk menuju adiwiyata mandiri,"katanya. (*zar)