• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Para atlet gulat saat melakukan latihan rutin di gedung beladiri Stadion Rondong Demang Tenggarong.(foto: Achmad Nizar/Kutairaya).


TENGGARONG, (Kutairaya.com) Untuk menghasilkan atlet yang berkualitas dan berprestasi memerlukan proses tak sebentar, pembinaan dan latihan wajib dilakukan secara berkelanjutan. Hal inilah yang dilakukan Pengkab Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kutai Kartanegara.

Modal, tak hanya semangat namun ketekukan dan kontinyuitas yang menjadikan mental, fisik para atlet terbentuk.”Kita lakukan pembinaan atlet secara berjenjang mulai tingkat sekolah dasar sampai senior,” kata Joni Ringgo, Ketua PGSI Kukar kepada Kutairaya, di gedung latihan Stadion Rondong Demang Tenggarong, Jumat (11/7/2025).

Latihan para atlet gulat dilakukan setiap hari, baik latihan teori dan teknik."Dalam pembinaan kami tidak lakukan sendiri, tapi juga melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kukar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar dalam pembinaan gulat,"ucapnya.

Hasil binaan yang dilakukan, banyak melahirkan atlet atlet prestasi yang mengharumkan nama Kutai Kartanegara, baik tingkat Kaltim maupun nasional.

KURANG PERHATIAN PEMERINTAH

Ia mengaku untuk Cabor Gulat Kukar selama ini kurang adanya perhatian pemerintah. “Banyak yang kita siapkan secara mandiri, mulai dari vitamin, sampai ke sarana dan prsarana dalam latihan,”katanya.

Walaupun kurangnya perhatian dari pemerintah, pihaknya bertekad untuk menciptakan atlet atlet gulat sejak dini yang nantinya bisa membawa nama dan menorehkan prestasi baik ditingkat daerah maupun nasional.

"Hasil binaan kami, pada seleksi Pekan Olahraga Nasional (Popnas) kemarin, kami berhasil meraih 12 medali emas dan menjadi juara umum,"pungkasnya.

Ia menyebutkan sebanyak 50-60 atlet dalam pembinaan dari berbagai jenjang yang siapkan untuk bertanding di event atau kejuaraan mendatang.

Ia berharap pada Pemikab Kukar agar memberikan perhatian atau dukungan untuk memajukan Cabor Gulat. “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap gulat, seperti fasilitas atau anggaran agar pretasi anak anak gulat bisa berkembang,”tutupnya.

Sementara itu secara terpisah, Sekretaris Dispora Syafliansyah mengaku untuk tahun ini terjadinya efisiensi anggaran sehingga terdapat beberapa cabor yang belum terpenuhi anggaran secara maksimal.

"Untuk tahun ini kita ada efisiensi anggaran, untuk sapras kita akan melakukan proses peningkatan dengan anggaran yang kita punya,"tutupnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top