
Jalan Penghubung di Kecamatan Sangasanga (Andri Wahyudi/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Kecamatan Sangasanga merupakan daerah yang terletak di hilir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Wilayah yang berdampingan dengan wilayah tambang ini masih banyak jalan yang mengalami rusak dan banjir ketika hujan deras. Masyarakat disanapun meresa was-was jika terjadi.
Ada beberapa wilayah yang masih tergenang banjir saat hujan deras melanda salah satunya di Kelurahan Sangasanga Dalam.
Lurah Sangasanga Dalam Mulyadi mengatakan bahwa di daerahnya sering terjadi banjir sehingga mengakibatkan jalan rusak.
"Apalagi ketika hujan deras tiba, salah satunya di RT 12 terendam banjir. Untuk penyebab sendiri dari luapan air dari drainase dan juga tingginya intensitas hujan. Selain itu karena Sangasanga Dalam berdekatan dengan area tambang juga menjadi penyebabnya." ujarnya Kamis (10/7/2025).
Ia sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak swasta khususnya di infrastruktur jalan dan penanganan banjir.
Sementara itu, Camat Sangasanga Darchi mengatakan bahwa memang di daerahnya masih ada beberapa jalan yang rusak parah dan sering terjadi banjir. Upaya yang dilakukan baik pemerintah selama ini sudah ada, namun belum seluruhnya terpenuhi.
"Daerah yang terdampak banjir seperti di Sangasanga Dalam, ada beberapa titik yang rawan banjir dan perlu penanganan yang serius." jelasnya.
Karena masalah banjir, ketika curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di daerah tersebut. Sehingga mengakibatkan rumah-rumah warga tergenang. Upaya nyata yang diharapkan untuk penanggulangan banjir. Salah satunya yakni melalui perbaikan drainase.
"Perbaikan drainase telah kami usulkan ke Pemerintah Kabupaten dan menjadi priotitas kami." katanya.
Ia berharap, dengan sistem drainase yang baik di kawasan tersebut. Maka permasalahan banjir dapat teratasi dan memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat sekitar saat hujan turun di daerah tersebut.
Sementara jalan yang rusak ada di Kelurahan Pendingin beberapa waktu lalu juga menjadi perhatian serius dari pemerintah.
"Saat ini jalannya sudah diperbaiki dan warga bisa melalui untuk mengangkut hasil pertanian maupun aktivitas perekonomian lainnya." tutupnya. (dri)