
Pengerjaan jalan disalah satu wilayah di kota Tenggarong (Andri Wahyudi/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sudah hampir empat bulan berjalan proyek pembangunan jalan hingga drainase oleh pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang ada di Kecamatan Tenggarong. Ada beberapa jalan yang dilakukan buka tutup jalan untuk mempermudah dalam pengerjaan proyek.
Masyarakat diminta tetap waspada dan berhati-hati dalam berkendara. Adapun proyek infrastruktur yang tengah berjalan yakni jembatan baru di dekat jembatan besi, pelebaran jalan di jalan Ahmad Yani, pembangunan drainase di beberapa titik dan pembangunan penerapan di bantaran sungai Tenggarong.
Camat Tenggarong, Sukono mengatakan bahwa pembangunan ini sudah direncanakan sejak tahun 2024, dan direalisasikan pada tahun ini. Pembangunan ini memerlukan ruang yang cukup untuk alat ekskavator dan sebagainya dalam membantu pengerjaan jalan maupun drainase.
"Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya pengendara agar tetap berhati-hati saat melintas di sekitaran proyek pembangunan." kata Sukono Rabu (9/7/2025).
Sukono menjelaskan terkait pelebaran jalan yang ada di Kecamatan Tenggarong sebelum pembangunan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga sejak awal tahun 2025, bahwa di beberapa jalan yang dibangun akan diperlebar dengan menghadirkan semua tokoh masyarakat, masyarakat yang terdampak.
"Kami dengan Dinas PU, para RT, masyarakat dan LPM semua sepakat untuk pelebaran jalan tersebut. Mengingat jumlah kendaraan yang ada semakin hari, bulan tahun meningkat jumlahnya dan perlu mendapatkan perhatian." jelasnya.
Sukono mengungkapkan, masyarakat berharap dengan adanya pembangunan ini, baik di tengah kota maupun dipinggiran kota bisa segera terealisasi di dinikmati. Karena dampaknya sangat menyentuh kepada perekonomian masyarakat.
Sementara salah satu Tenggarong, Syaifudin mengungkapkan bahwa adanya pembangunan jalan maupun drainase sedikit mengganggu, apalagi lokasinya tidak jauh dari tempat kerja. Karena akses jalan yang sempit dan satu arah memperlambat perjalan.
"Kami berharap agar pihak terkait bisa memasang rambu rambu disetiap sudut jalan yang tengah dikerjakan untuk mengantisipasi adanya korban laka lantas saat melewati jalan tersebut." ungkapnya.
Kalau perlu ada petugas yang berjaga untuk mengarahkan lalu lintas agar berjalan dengan lancar. Karena masih banyak masyarakat yang tetap menerobos jalan, padahal sudah diberi rambut peringatan. (dri)