
Pertanian Selada di Kelurahan Maluhu milik Norma Pinustika (Achmad Rizki/Kutairaya).
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Usaha tanaman selada menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Sayuran selada bisa ditanam di lahan yang tidak terlalu, dan hasilnya pun cukup menjanjikan.
Salah satu petani Selada asal Tenggarong Norma Pinustika mengatakan, mulai terjun ke sektor pertanian ini pada 2022 lalu dengan melihat peluang yang menjanjikan dari rekannya, yang lebih dulu terjun menanam selada.
"Menanam selada ini tak perlu menggunakan lahan luas. Tapi kalau saya menggunakan lahan sekitar 10X20 meter persegi, di Kelurahan Maluhu," kata Norma Pinustika pada Kutairaya, Sabtu (5/7/2025).
Ada sekitar 10 meja disiapkan untuk proses penanaman selada ini. Proses penanaman selada membutuhkan waktu sekitar 7 pekan hingga panen. Dalam satu kali panen ini bisa menghasilkan sekitar 370 bungkus dan satu bungkus isi 2 ikat.
"Satu bungkusnya dijual harga Rp8 ribu rupiah dan per kilogramnya 40 ribu rupiah," jelasnya.
Pemasaran selada ke sejumlah pedagang kaki lima atau toko toko di Tenggarong, yang di sesuaikan dengan permintaan atau pemesanan dari konsumen.
Adapun proses penanaman selada dimulai dari tahap semai bibit yang memerlukan waktu 1 pekan. Kemudian, memindahkan tanaman selada ke talang dan memasuki fase peremajaan hingga dewasa.
"Selada yang baik ketika sudah tumbuh dewas dan layak untuk dikonsumsi," ujarnya.
Sejauh ini sudah berjalan secara mandiri, belum ada perhatian dari pemerintah daerah. (ary)