
Syifa Nur Aini
SAMARINDA (KutaiRaya.com) Kaltim kembali menorehkan prestasi di kancah nasional lewat terpilihnya Syifa Nur Aini sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam program Singapore-Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP) 2025.
Program pertukaran pemuda antarnegara yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama pemerintah Singapura ini diikuti oleh pemuda-pemudi terpilih dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.
Pemudi asal Samarinda tersebut baru saja menyelesaikan pendidikan magister di Ankara University, Turki, dengan fokus studi pada Hukum Laut dan Maritim.
Sebelumnya, ia juga merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Mulawarman dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi serta pemberdayaan masyarakat.
"Saya ingin terlibat dalam diplomasi kepemudaan dan memperkenalkan Kalimantan Timur ke kancah internasional," ujar Syifa dalam wawancara, Kamis (03/07/2025).
Motivasinya untuk mengikuti program ini berangkat dari keinginan menambah wawasan global dan memperluas peran pemuda dalam isu-isu strategis. Ia percaya, keterlibatan dalam pertukaran pemuda akan memperkaya perspektif dan memperkuat kontribusinya di daerah.
Perjalanan Syifa menuju SIYLEP tidaklah mudah. Ia harus melalui rangkaian seleksi yang ketat, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. Seleksi tersebut mencakup ujian tertulis di berbagai bidang, wawancara multidisiplin, unjuk bakat, serta tes TOEFL.
"Struggle yang saya alami selama seleksi adalah padatnya waktu seleksi dan banyaknya berkas yang harus dilengkapi saat seleksi nasional dengan waktu sangat terbatas," jelasnya.
Namun, semangatnya untuk membawa nama Kalimantan Timur ke forum internasional menjadi pendorong utama yang membawanya lolos hingga ke tahap akhir.
Ia pun merasa bersyukur mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Dispora Kota Samarinda, serta Dinas Pariwisata Provinsi.
"Alhamdulillah saya mendapat dukungan penuh dari Dispora Kaltim, mulai dari dukungan secara emosional, baju Dayak, fasilitasi administrasi keberangkatan, dan sebagainya," ujarnya.
Dalam program ini, Syifa juga berkomitmen memperkenalkan budaya khas Kalimantan Timur kepada peserta dari negara lain. Ia mengenakan baju adat Dayak dan baju takwo khas Samarinda, serta memperkenalkan tarian, kerajinan, hingga makanan khas daerah.
"Disana saya memperkenalkan tari Dayak, kerajinan tangan khas Kalimantan, makanan khas Kalimantan Timur hingga nilai gotong royong yang dimiliki rakyat Indonesia," ungkapnya.
Menurutnya, program seperti SIYLEP sangat penting untuk membuka wawasan generasi muda agar berpikir global tanpa meninggalkan akar lokal. Ini juga menjadi sarana untuk membangun relasi, kepercayaan diri, dan semangat kolaboratif.
"Program ini jadi wadah untuk membentuk pemuda yang siap jadi agen perubahan di tingkat lokal maupun internasional,"ucapnya.
Syifa juga membagikan pesan kepada generasi muda Kaltim lainnya agar tidak ragu mencoba kesempatan internasional seperti ini. Ia menekankan pentingnya keberanian, kesiapan, serta semangat belajar dari proses.
"Persiapkan diri sejak dini, dan jangan takut gagal karena dari proses itulah kita banyak belajar. Percayalah, kalau kita sungguh-sungguh, pasti ada jalan," tuturnya.
Usai program ini, Syifa berencana tetap aktif dalam kegiatan pemberdayaan pemuda di daerah. Ia bahkan sedang menggarap proyek di bidang lingkungan sebagai bentuk kontribusinya untuk Kalimantan Timur. (skn)