• Rabu, 05 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kalimantan Timur



(Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Damayanti)


SAMARINDA (KutaiRaya.com) - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti tanggapi, dugaan kasus pelecehan seksual dalam kegiatan Pramuka di salah satu SMA di Samarinda.

Menurut Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim tersebut, kejadian ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan individual saja, melainkan harus menjadi perhatian kolektif.

"Pemerintah, masyarakat, hingga organisasi yang menaungi kegiatan kepramukaan dituntut untuk memperkuat sistem perlindungan anak. Apalagi peristiwa itu terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak. Kasus ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Anggota DPRD Kaltim dari Dapil II Balikpapan inipun mengaku, dirinya kecewa terhadap insiden yang mencoreng nilai-nilai pendidikan dan perlindungan anak.

“Kejadian ini sangat mengecewakan. Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang seharusnya menjadi tempat anak-anak dididik tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan toleransi. Tapi justru terjadi pelecehan oleh seorang pembina, "tuturnya.

Ia mengatakan, sekolah dan seluruh lembaga pendidikan di Kalimantan Timur harus menjamin ruang aman bagi peserta didik, terutama perempuan dan anak-anak.

“Lembaga pendidikan harus menjadi tempat yang aman, bukan tempat terjadinya hal-hal seperti ini,” imbuhnya.

Ia menambahkan, saat ini DPRD Kaltim belum melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait seperti Kwartir Cabang Pramuka maupun instansi pendidikan, karena belum ada laporan resmi yang masuk ke DPRD Kaltim terutama di Komisi IV.

“Jika ada laporan resmi masuk ke Komisi baru kita panggil, tapi ini sudah menjadi catatan penting bagi kami di Komisi IV, " tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang pembina Pramuka terhadap empat remaja perempuan di sebuah sekolah menengah di Kota Samarinda memicu keprihatinan publik.

Keempat korban yang berusia sekitar 19 tahun disebut tengah membantu kegiatan kepramukaan di sekolah yang merupakan almamater mereka, saat peristiwa tersebut terjadi. (One/Adv)



Pasang Iklan
Top