
(Anggota DPRD Kaltim Muhammad Husni Fahruddin)
TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Anggota DPRD provinsi Kaltim dari Dapil Kukar Muhammad Husni Fahruddin mengatakan, jika bicara pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebenarnya semangat nasionalisme bagaimana kemudian bangsa Indonesia ini berfikir, bahwa ketika bicara IKN maka ego sektoral jangan di kedepankan.
Tentunya, sinergisitas IKN dengan pemprov juga sangat penting, karena hari ini teman-teman Otorita IKN seperti tertutup terkait proses bagaimana pembangunan IKN, dengan daerah di Kaltim yang terdekat yakni Kabupaten PPU dan Kukar.
"Untuk itu saya berharap juga, bahwa pembangunan di IKN itu dapat juga menyentuh pembangunan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang memang lokasinya dekat dengan IKN," ujarnya.
Ia memastikan, jika teman-teman Otorita IKN terbuka terkait proses pembangunan IKN kemudian ada sinergi dalam proses pembangunan sehingga kedepannya daerah PPU dan Kukar menyamakan geliat pembangunan IKN dengan kita,
"Dengan adanya IKN jangan juga mematikan finansial yang sudah dikeluarkan Kabupaten Kota, misalnya Kukar sudah mengeluarkan biaya triliunan tapi Kecamatan Samboja diambil, kemudian Kabupaten PPU juga sudah banyak membangun Kecamatan Sepaku, tiba-tiba daerah ini wilayahnya masuk IKN, maka harus ada feedback nya, yakni pembangunan di daerah tersebut juga harus diperhatikan," terang Ayub sapaan akrabnya.
Selain itu, Ayub menambahkan, dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), bahwa di IKN nanti akan ada sekolah yang luar biasa bagus, fasilitas dan kualitasnya, tapi kemudian di Kabupaten PPU dan Kukar tidak sama, maka ketimpangan yang akan terjadi.
"Maka hal ini yang perlu kita minta kepada otorita IKN dalam hal ini Presiden, bahwa keterbukaan IKN itu penting bagi daerah di Kaltim terutama Kukar dan PPU," tukasnya. (One/Adv)