• Rabu, 17 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kasi Haji Dan Umroh, Kemenag Kukar Norjali


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) gencar melaksanakan sosialisasi tentang haji dan umroh kepada masyarakat. Sesuai tugas dan fungsi sebagai pembimbing keagamaan di Kukar, Kemenag telah memberikan pengetahuan khususnya masyarakat yang nantinya bisa melaksanakan ibadah haji maupun umroh.

Kasi Haji dan Umroh, Kemenag Kukar Norjali mengatakan bahwa sosialisasi ini bagian dalam memberikan pelayanan dan kepada masyarakat.

"Yang baru kami laksanakan kemarin sosialisasinya di pesantren Al-Akhori. Sosialisasi ini bekerja sama dengan adik-adik mahasiswa yang minta bantuan kita menjelaskan sosialisasi tentang haji dan umroh." ujarnya.

Dan kalau untuk jamaahnya sendiri, biasanya melakukan manasik umroh. Khusus manasik umroh bagi jamaah-jamaah yang memilih untuk umroh. Kalau haji, itu biasanya dari Kemenag yang menjadwalkan.

"Jadi kita ada persiapan dari manasik haji mandiri, manasik haji sepanjang tahun, dan manasik haji kabupaten. Jadi ada tiga tingkatan manasiknya." jelasnya.

Sasaran dari sosialisasi ini ditujukan ke 20 kecamatan, namun dibagi menjadi enam wilayah. Di wilayah yang terdekat digabungkan, Kecamatan Kota Bangun misalnya daerah sekitarnya itu kena di zona 2. Sementara di Muara Wis biasanya sendiri karena jamaahnya banyak atau nanti bergabung ke Kota Bangun kalau jamaahnya sedikit.

"Karena ada aturannya kalau jamaah di kecamatan itu 40 satu rombongan, boleh mengadakan sendiri. Tapi kalau tak cukup dari 40, maka dia harus bergabung." terangnya.

Ia mengungkapkan bahwa tujuan sosialisasi ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa barang siapa yang sudah mampu baik secara finansial maupun fisik, hendaklah mengunjungi baitullah.

"Jadi kami berharap dengan sosialisasi itu, masyarakat yang sudah mempunyai rizkinya cukup, mendaptarkan diri ke Kementerian Agama dengan cukup Rp 25 juta sebagai uang setoran awal untuk mendapatkan nomor porsi."ungkapnya.

Dengan sosialisasi itu mereka banyak tahu. Bahwa ternyata dengan Rp 25 juta bisa. Atau bisa juga dengan nabung nyicil, misalnya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Setelah 25 juta, baru dibikinkan nomor porsinya.

"Sosialisasi itu memberikan informasi, semoga mereka tahu apa itu haji, apa itu umroh. Perbedaan haji, perbedaan umroh, mereka tahu. Setelah itu juga kita sosialisasikan lagi tentang peraturan-peraturan tentang haji. Apa-apa saja kebijakan-kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun dari Kementerian Agama sendiri terkait penyelenggaran haji dan umroh." tutupnya. (dri)



Pasang Iklan
Top