• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Hotel atlet Samarinda terbakar, diduga akibat korsleting.


SAMARINDA (KutaiRaya.com) Bangunan delapan lantai yang dikenal sebagai Hotel Atlet di kawasan GOR Kadrie Oening, Samarinda, mengalami kebakaran sekitar pukul 09.00 yang diduga berasal dari korsleting kabel di lantai dua dan sempat merambat ke lantai atas sebelum berhasil dipadamkan, Rabu malam (18/06/2025).

Damkar Samarinda, Teguh, mengatakan bahwa kebakaran hanya mengenai satu kabel yang menjalar dari lantai satu sampai lantai tiga dan pemadaman berhasil dilakukan dengan cepat karena sistem hidran hotel berfungsi dengan baik.

"Ternyata yang terbakar hanya satu kabel, dari lantai 1 sampai lantai 3, dan saat ini kami juga masih menyisir untuk titik-titik mana saja yang bisa kita atasi, agar tidak terjadi kembali kebakaran ini," ujar Teguh.

Ia menjelaskan bahwa api sempat membakar pintu dari kayu dan asap terlihat menjulang ke atas, tetapi tidak menyebar ke fasilitas lain.

Selain itu, Teguh menyampaikan langsung kepada Gubernur yang turut meninjau kejadian bahwa mobil tangga yang ada saat ini hanya mampu menjangkau 35 meter dan ia berharap pengadaan unit baru segera dilakukan karena risiko gedung tinggi semakin besar.

"Tadi sudah kita sampaikan, tanggapan beliau sangat menanggapi serius sekali, kita pasti perlu satu aja ya, karena anggaran untuk mobil tangga itu tidak main-main, sangat besar sekali," ucapnya.

Kepala UPTD PPO GOR Kadrie Oening, Junaidi, menyebut bahwa Hotel Atlet sedang disiapkan untuk tiga agenda nasional pada bulan Juni namun kelanjutannya belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

"Kami belum bisa memastikan kelanjutannya sampai seluruh situasi dinyatakan aman berdasarkan hasil penyelidikan," ujar Junaidi.

Kemudian, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menyayangkan insiden tersebut karena hotel baru saja direnovasi dengan dana Rp111 miliar dan ia menilai bahwa perawatan aset pemerintah harus menjadi prioritas utama.

"Kita bisa membangun dengan anggaran besar, tapi lemah dalam perawatan, ini aset provinsi, dibangun dengan uang rakyat, harusnya lebih dijaga," ucap Sapto.

Ia juga mendorong adanya pemeriksaan rutin terhadap seluruh gedung milik Pemprov agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.

"Ke depan kami akan mendorong pemeriksaan gedung aset Pemprov dilakukan rutin setiap tiga bulan, ini penting agar tidak ada lagi kejadian seperti ini," pungkasnya. (skn)



Pasang Iklan
Top