
Pimpinan Pegadaian cabang Tenggarong Budi Lesmana
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Bagi pelaku usaha yang terkendala dengan modal,kini terdapat solusi mudah lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah dari Pegadaian. Program ini juga merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah untuk membantu usaha usaha kecil untuk maju tanpa adanya jaminan dan bunga yang tinggi
Pimpinan Pegadaian cabang Tenggarong Budi Lesmana menyampaikan pegadaian merupakan lembagsa keuangan bukan bank yang ditunjuk menjadi penyalur KUR Syariah,
"Anggaran atau dana itu sebenarnya dari Pemerintah,"ujar Budi Lesmana pada Kutairaya.com,belum lama.
Ia mengatakan tujuan dari program KUR Syariah ini untuk membantu atau mengembangkan pengusaha pengusaha kecil, “Pinjaman diawal itu maksimal Rp10 juta,tapi bisa juga pinjam dibawah Rp10juta, tergantung kebutuhan atau keperluan nasabah dalam usahanya,”katanya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan untuk penentuan besarnya pinjaman bisa dilakukan melalui Repayment Capacity (RPC), “Jadi jika nasabah perlu Rp20 juta, tapi kalau kita lihat dari RPC nya Rp10 juta,berarti kita sesuaikan dengan RPC,”pungkasnya.
Menariknya,jika cicilannya tepat waktu dan usahanya lancar atau makin berkembang,nasabah bisa mengajukan pinjaman lebih dari Rp10 juta untuk tahun kedepannya
"Tiba tiba nasabah keperluan dana untuk meperbesar usahanya,kita akan survei ulang,dibanding tahun lalu ternyata usahanya berkembang, hal itu bisa kita pertimbangkan dari awalnya Rp10 juta menjadi Rp20 juta," ungkapnya.
Untuk persyaratan mengakses KUR Syariah ini cukup mudah diantaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP),fotocpy Kartu Keluarga (KK) dan buku nikah (jika sudah menikah), Izin usaha minimal dari kelurahan dan usahanya aktif minimal 1 tahun
Keunggulan dari KUR sendiri adalah bunga 3 persen per tahun,jauh lebih murah dibanding pinjaman lainnya, misal dengan pinjaman Rp10 juta maka biaya tambahannya hanya Rp 300 ribu pertahun atau Rp 25 ribu per bulan
"Program KUR ini sangat membantu masyarakat, selain tanpa jaminan,bunganya jauh lebih murah, 3 persen per tahun itu hampir susah mencari pinjaman sepert itu,"tambahnya. (*zar)