• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Keramba ikan milik Kasdi warga Rempanga Kecamatan Loa Kulu


KUKAR,(KutaiRaya.com) Kasdi, adalah seorang pembudidaya ikan yang tinggal di Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan dan memilih menekuni dunia perikanan sebagai sumber pencaharian sejak tahun 2013

"Saya mulai itu tahun 2013, waktu itu saya keluar dari perusahaan karena usia juga sudah tua,begitu keluar saya langsung terjun ke dunia perikanan, Menurut saya ini cukup jadi pengganti penghasilan dari pekerjaan lama," ungkap Kasdi mengawali pembicaraanya dengan wartawan Kutairaya.com, Senin, (9/6/2025).

Ia mengatakan Jenis ikan yang dibudidayakannya mayoritas ikan nila, selain itu ia juga membudidayakan ikan mas,

"Ikan utama kami itu nila, karena paling banyak dibutuhkan pasar, selain ikan nila,kami juga budidaya Ikan mas,tapi fokusnya tetap ke nila,"ujarnya.

Selain ikan nila dan mas, ia membudidayakan ikan patin dan lele sebagai tambahan usaha sekaligus memanfaatkan ikan ikan yang mati.

"Nah, untuk tambahan saya pelihara ikan lele dan patin,ini untuk memanfaatkan ikan nila yang mati karena sakit sebagai bahan pakan sehingga ikan ikan tidak terbuang percuma, " sebutnya.

Ia menyebutkan tingkat kematian ikan cukup tinggi akibat pencemaran air dan perubahan cuaca yang ekstrem, dari 10.000 ekor bibit yang ditebar, biasanya hanya sekitar 5.000 ekor yang berhasil dipanen,

"Tingkat kematiannya sekitar 50 persen, kematian ini karena banyak faktor, seperti airnya sering berubah ubah. Kalau lama tidak hujan air bisa jadi merah, kemudian pencemaran dari aktivitas tambang batubara dan sawit yang menyebabkan tanah dan zat kimia masuk ke aliran air ketika hujan, "tambahnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan proses budidaya ikan nila dari bibit hingga panen membutuhkan waktu sekitar empat bulan,Dari jumlah 10 ribu bibit ia bisa menghasilkan sekitar satu ton ikan dengan ukuran 4-5 ekor per kilogram.

"Untuk saat ini Harga jual ikan nila berkisar Rp35 ribu perkilo, meski tergolong menguntungkan,risiko kegagalan tetap tinggi. Dalam setiap panen keuntungannya bekisar Rp3 sampai Rp5 juta," ujarnya.

Ikan hasil panen biasanya dikirim ke Pasar Segiri di Samarinda, dan sebagian mulai disuplai ke Balikpapan serta daerah Kutai Timur seperti Sangata.

"Pengiriman mayoritas kami itu di Segiri, tapi sekarang sudah mulai kirim juga ke Balikpapan dan Sengata, jadi alhamdulillah jangkauan pasarnya sudah mulai luas, " ucapnya.

Saat ini, Ia mengelola sekitar 50 kotak keramba ikan yang ia rawat dengan penuh kesabaran dan ketekunan.

Ia mengaku beberapa tahun terakhir pemerintah melalui Dinas Perikanan dan kelautan memberikan bantuan berupa pakan ikan

"Baru beberapa tahun terakhir ini ada bantuan dari Dinas Perikanan,itu sangat membantu, apalagi kami punya sekitar 50 keramba,saya berharap bantuan ini bisa terus berkelanjutan dan ditingkatkan," sebutnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top