• Rabu, 11 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ilustrasi virus COVID-19. (Foto: Istimewa)


SAMARINDA (KutaiRaya.com): Kasus COVID-19 varian baru kembali merebak di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, Singapura, Malaysia, dan Hong Kong, sejak akhir Mei 2025.

Di Indonesia, meskipun tren nasional menunjukkan penurunan, kewaspadaan tetap ditingkatkan menyusul ditemukannya beberapa kasus baru di sejumlah daerah.
Salah satunya terjadi di Samarinda, RSUD Abdoel Wahab Sjahranie saat ini tengah merawat dua pasien yang hasil pemeriksaan antigennya positif. Namun, belum dapat dipastikan apakah kedua pasien tersebut terinfeksi COVID-19 varian baru.

Menurut Keterangan Resmi Plt. Direktur RSUD AWS, dr. Indah Puspitasari, bahwa sampel dari kedua pasien telah dikirim ke Banjarbaru untuk uji PCR guna memastikan apakah termasuk varian terbaru dari virus corona.

"Saat ini di ruang perawatan isolasi RSUD AWS sedang merawat dua orang pasien yang hasil pemeriksaan swab antigen didapatkan hasil positif, kemudian sampel dikirim ke Banjarbaru untuk PCR apakah termasuk COVID-19 varian baru," terang dr. Indah, Senin (09/06/2025).

Ia menyampaikan bahwa hasil antigen positif yang muncul kemungkinan besar dipengaruhi oleh penyakit penyerta yang diderita pasien.

"Hasil swab antigen positif bisa didapatkan karena penyakit bawaan pasien yaitu penyakit diabetes melitus dan penyakit paru," ucapnya.

Kedua pasien diketahui merupakan warga Kalimantan Timur yang tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota maupun ke luar negeri. Mereka pada dasarnya dirawat karena penyakit kronis yang memerlukan perawatan rumah sakit.

"Saat ini pasien dirawat karena penyakit yang diderita sebelumnya memerlukan perawatan di RSUD AWS, namun masih dirawat di ruang isolasi karena hasil swab antigen yang positif," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut, pihak RSUD AWS telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur serta melaporkan kasus ini kepada Kementerian Kesehatan.

Pemeriksaan lanjutan kini dilakukan untuk mendeteksi apakah kasus tersebut berkaitan dengan varian baru COVID-19 yang beredar di sejumlah negara.

"Kementerian Kesehatan telah memfasilitasi pengambilan sampel untuk mendeteksi apakah termasuk dalam varian baru COVID-19," lanjutnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di Kota Samarinda, agar tetap tenang dan tidak panik. Langkah pencegahan tetap perlu dilakukan, terutama bagi warga yang mengalami gejala batuk dan flu.

"Kami himbau jangan panik dan tetap menjaga kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat. Masyarakat juga diimbau agar menggunakan masker saat sakit flu dan batuk," pungkasnya. (SKN)



Pasang Iklan
Top