• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kerajinan alat musik tradisional yang dibuat Supian Tenggarong


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Supiyan, perajin alat musik tradisional yang sudah menjalankan usahanya sejak 2024 lalu, hingga kini tetap eksis. Produksi kerajinan alat musik bernama Ardi Laras dirintis berawal dari pengalamanya membantu memperbaiki alat musik tradisional yang jarang mendapat servis. Dari hal itu lah, kemudian Supiyan mulai membuat alat musik sendiri seperti gendang,rebana,gambus dan alat musik tradisional khas Kaltim lainnya.

Perajin alat musik Ardi Laras,terletak di Gunung Sentul,Jalan Tirta Kencana
,No 20,Tenggarong,Kutai Kartanegara.

"Saya mulai membuat alat musik karena dahulu saya sering dipercaya memperbaiki alat alat musik tradisional seperti rebana," ujar Supiyan pada Kutairaya, Rabu (4/6/2025).

Ia mengataknn sejak SMA di Banyuwangi Jawa Timur,sudah belajar banyak membuat alat musik tradisional."Di sini saya kembangkan kemampuan membuat alat musik khas kutai sperti gambus,sape,jatung utang hingga alat musik Dayak seperti suling dan gong."ucapnya.

Proses pembuatan satu alat musik tradisional seperti gambus memakan waktu sekitar satu bulan untuk menghasilkan alat musik yang berkualitass,

"Satu alat musik kita memakan waktu kurang lebih 1 bulan karna proses pengeringan yang cukup lama,sdangkan untuk gendang atau rebana,bisa selesai dalam 10 hingga 15 hari jika bahan sudah siap," sebutnya.

Harga alat musik buatannya cukup bervariasi,mulai dari Rp500 ribu hingga Rp25 juta,tergantung bahan,ukuran,dan tingkat kesulitan pengerjaan

"Harga alat musik yang saya buat bervariasi,mulai dari Rp500 ribu sampai Rp25 juta,tergantung bahan,ukuran,dan tingkat kesulitannya," tegasnya.

Ia mengatakan banyak tantangan atau kendala dalam menjalankan usahanya seperti bahan kayu semakinn sulit didapat karena banyaknya penebangan pohon dan tambang batu bara

"Kayu di hutan sekitar Tenggarong sudah berkurang banyak karena penebangan dan tambang batu bara,"ujarnya.

Ia mengaku mendapatkan dukungan dari pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerjaa dan Transmigrasi (Disnakertrans) berupa peralatan dan pelatihan Alat musik Tradisional

"Alhamdulillah,saya pernah dibantu Disnakertrans,mereka memberikan pelatihan serta peralatan untuk mendukung produksi alat musik tradisional, " sebutnya.

Ia berharap agar keberadaan alat musik tradisional tidak hanya dikenal,tapi juga terus digunakan dan dilestarikan oleh generasi muda, ia ingin warisan budaya ini tidak punah di tengah zaman modernisasi.

"Saya berharap kedepan semakin banyak yang peduli dan tertarik untuk belajar serta melestarikan alat musik tradisional,ini bagian dari identitas budaya kita yang sangat berharga dan jangan sampai hilang,"katanya. (Achmad Syafiqu Nizar)



Pasang Iklan
Top