
Jelang Idul Adha 1446 Hijriah, RPH Kukar Alami Permintaan Tinggi Penyembelihan Sapi
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Permintaan pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berada di Kelurahan Mangkurawang, menjelang perayaan Idul Adha 1446 H (2025-red) meningkat.
Suriansyah, salah satu petugas pemotong hewan kurban, menyebut sudah ada permintaan 70 ekor sapi/kambing, untuk disembelih pada perayaan Idul Adha tahun ini. Jumlah permintaan tersebut kemungkinan akan terus bertambah.
"Biasanya permintaan pemotongan hewan kurban akan lebih meningkat saat H-2 Idul Adha."katanya.
Ia menjelaskan, tahun sebelumnya jumlah hewan kurban yang disembelih di RPH Kukar mencapai 100 ekor lebih.
"Tahun ini bisa meningkat dibanding tahun sebelumnya,"kata Suriansyah pada Kutairaya, Sabtu (31/5/2025).
Ia menyebutkan, jasa pemotongan hewan kurban berkisar Rp 500 ribu per ekor. Biaya tersebut juga meliputi pembersihan kulit hewan kurban.
"Kita hanya terima penyembelihan dan pengkulitan atau melepas kukit hewan kurban. Tidak bisa memotong kecil kecil," sebutnya.
Bagi masyarakat Kukar khususnya umat muslim, yang berminat untuk menggunakan jasa penyembelihan hewan kurban bisa menghubungi atau mendatangi UPTD maupun Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.
"Penyembelihan hewan kurban di RPH dipastikan sesuai dengan syariat Islam," ucapnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresasi kepada masyarakat, yang telah mempercaya RPH sebagai tempat penyembelihan atau pemotongan hewan kurban.
"Yang mempercayai RPH sebagai tempat pemotongan kurban bukan hanya dari masyarakat biasa, tapi para pengusaha mapun sejumlah instansi di Kukar," ungkapnya.
Untuk menghadapi lonjakan permintaan penyembelihan hewan kurban, RPH Kukar mempersiapkan tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) sekitar 5 orang, untuk membersihkan hewan kurban.
"Jika permintaan semakin banyak, maka kami akan menambah SDM," ujarnya.
Selain pemotongan hewan kurban, RPH Kukar juga menyediakan hewan sapi kurban. Sapi kubran dijual dengan nilai dari 19-30 juta rupiah, terhantung dari besar atau bobot sapi itu sendiri.
"Kami menyediakan 50 ekor sapi kurban dan telah dipesan sebanyak 30 ekor sapi. Sehingga tersisa hanya 20 sapi kurban," jelasnya.
Dengan ketersediaan stok 50 ekor sapi tersebut akan ludes saat mendekati Idul Adha. Melalui momen Idul Adha, diharapkan seluruh masyarakat memahami terkait dengan berkurban. Sehingga menjadi amal ibadah.
Sementara itu salah satu warga Tenggarong Riyanto mengatakan, pada 2024 lalu telah mempercayai RPH untuk melakukan pemotongan hewan kurban. Dengan adanya RPH, bisa menghemat waktu maupun tenaga.
"Untuk tahun ini (2025) kita belum tahu apakah menggunakan jasa RPH atau tidak. Kita melihat jumlah hewan kurban yang akan disembelih dan tenaga dari masyarakat setempat," kata Riyanto. (ary)