• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pedagang di pasar Mangkurawang Tenggarong.


TENGGARONG, (KutaiaRaya.com) Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, ketersediaan barang barang pokok di sejumlah pasar Kecamatan Tenggarong , terpantau masih dalam keadaan terkendali dan stabil.

Hasil pantauan Kutairaya.com di pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Tenggarong bahwa harga barang barang pokok seperti cabai,beras,daging ayam ,sapi,telur dan lainnya dalam keaadaan stabil dan terjangkau.

Salah satu pedagang di pasar Gerbang Raja Mangkurawang Andi Muhammad Aidil mengatakan bahwa sejauh ini harga masih terbilang stablis. Kenaikan harga barang pokok, disebabkan oleh beberapa faktor seperti para petani yang mengalami gagal panen, sehingga mengakibatkan kelangkaan barang,

"Barang barang pokok seperti cabai,bawang merah dan putih,minyak goreng terkadang mengalami kenaikan harga disebabkan karena para petani yang mengalami gagal panen sehingga membuat ketersediaan barang habis dan terjadinya kelangkaan barang," ucap Aidil pada Kutairaya.com, Selasa (27/5/2025).

Selain itu, pedagang lainnya di pasar Gerbang Raja Mangkurawang Riono mengaku harga barang pokok yang melonjak naik disebabkan keterlambatan pengantaran barang yang berada di luar daerah.

"Terkadang pengiriman dari luar daerah yang terlambat,ini menyebabkan harga melonjak naik karena barang datang terlambat yang sebelumnya barang kita sudah hampir habis," kata Riono.

Sementara itu Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Disperindag Kukar, Muhammad Bustani mengaku bahwa kondisi harga barang pokok saat ini tidak mengalami kenaikan, justru mengalami penurunan.

"Kalau dilihat kondisi saat ini, harga barang pokok tidak mengalami kenaikan,justru sebaliknya mengalami penurunan seperti beras Premium Raja Mayas yang sebelumnya dengan harga Rp16.167,67 sekarang menurun menjadi Rp16.000,00." Ucap Muhammad Bustani.

Menurutnya penyebab harga barang barang pokok mengalami kenaikan dikarenakan permintaan tinggi,yang berarti kebutuhan masyarakat terus meningkat karena menjelang hari keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha dan Hari Raaya Natal.

"Pemicunya adalah permintaan besar atau tinggi karna menjelang hari keagaamaan seperti Hari Raya Idul Fitri,Idul Adha dan Natal," katanya.

Selain permintaan tinggi, penyebab lain seperti keterlambatan suplay dalam proses pengantaran,keterhambatan ini menjadi pemicu terjadinya harga barang pokok melonjak naik.

"Biasanya suplay suplay yang terhambat adalah barang pokok yang bergantung pada luar daerah,seperti daerah jawa atau sulawesi yang pengirimannya melalui jalur laut, " sebutnya.

Ia mengatakan, mengadakan Operasi Pasar Murah seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi solusi terbaik untuk menjawab kenaikan harga barang pokok di Kukar.

"GPM adalah solusi karna GPM menyediakan barang barang pokok yang miliki harga murah dan terjangkkau kepada seluruh masyarakat."katanya.

Lebih lanjut, pihaknya terus melakukan pengecekan atau sidak secara rutin ke pasar maupun ketoko toko bersama timnya untuk mengetahui jika terjadinya kenaikan atau penurunan harga barang pokok.

"Kita juga rutin melakukan pengecekan kepasar maupun toko toko bersama tim kami,untuk memastikan harga harga barang pokok, jika mengalami kenaikan harga kita akan kordinasi atau sharing kepada distributor," jelasnya .

Ia juga melakukan rapat pengendali inflasi setiap hari Senin yang dipimpin oleh Mentri Dalam Negeri secara daring atau zoom, untuk melihat perkembangan harga harga bahan pokok.

"Jadi rapat ini berujuan untuk melihat bagaimana perkembangan harga bahan pokok, jika terdapat barang yang mengalami kelangkaan,kami langsung melaporkan melalui rapat tersebut,dan nantinya akan ditindak lanjuti oleh mereka," katanya.

Ia mengimbau kepada para pedagang umtu tdak menaikkan harga bahan pokok seenaknya dan harus dijual sesuai dengan eceran terendah atau pun tertinggi.

"Kami terus mengimbau kepada pedagang agar menjual barang pokok sesuai dengan harga eceran rendah maupun tinggi,khususnya seperti minyak goreng,cabai,beras,bawang merah dan putih,daging ayam maupun sapi, barang barang pokok ini sangat diperlukan oleh masyarakat. "tutupnya.


Berikut hasil pengecekan harga barang barang pokok di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, pada Selasa (27/5/2025):

1.Beras Cap Raja Mayas dengan harga Rp16.166,67 menjadi Rp16.000,00 per kilo

2.Cabai Merah Keriting dengan harga Rp 43.333,33 menjadi Rp43.333,33 per kilo

3.Cabai Rawit dengan harga Rp30.666,67 menjadi Rp30.666,67 per kilo
4.Gula Pasir dengan harga Rp18.000,00 menjadi Rp18.000,00 per kilo
5.Minyak Goreng dengan harga Rp17.500,00 menjadi Rp17.500,00 per lter
6.Daging Ayam dengan harga Rp28.000,00 menjadi Rp28.000,00 per kilo
7.Bawang Putih dengan harga Rp 37.666,67 menjadi Rp37.666,67 per kilo
8.Bawang Merah dengan harga Rp 30.666,67 menjadi Rp30.666,67 per kilo.

(Achmad Syafiqu Nizar)



Pasang Iklan
Top