• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



ilustrasi


TENGGARONG (KutaiRaya.com) Sejumlah pencari kerja mengalami keterbatasan informasi lapangan pekerjaan. Salah satu warga Loa Kulu Nur Hidayat mengatakan, informasi lapangan atau lowongan pekerjaan ini sangat penting, untuk disebarluaskan kepada para pencari kerja (pencaker). Untuk itu, peran pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yaitu Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar perlu lebih aktif melakukan sosialisasi hingga ke tingkat desa.

"Pemuda desa banyak yang ketinggalan informasi terhadap lowongan pekerjaan, padahal lowongan tersebut sangat dibutuhkan oleh para pemuda," kata Nur Hidayat pada Kutairaya, Selasa (27/5/2025).

Dirinya juga telah mendatangi Distransnaker Kukar untuk menanyakan terkait dengan lowongan pekerjaan, maupun pelatihan kompetensi kerja. Namun dari Distransnaker belum mengetahui jadwal pasti terhadap lapangan pekerjaan.

"Saya awal tahun kemarin sudah ke Distransnaker, tapi pihak Distransnaker belum tahu pasti terhadap lapangan pekerjaan. Hanya diperkirakan pertengahan tahun akan ada bursa kerja," sebutnya.

Dari pengakuan Distransnaker terhadap bursa kerja ialah, pemerintah daerah bekerja sama dengan dunia usaha untuk membuka lapangan pekerjaan, yang dibutuhkan oleh dunia usaha tersebut.

"Saya baru dengar adanya bursa kerja, yang di dalamnya terdapat beberapa dunia usaha sedang membuka lapangan pekerjaan," ujarnya.

Selain itu, peningkatan kompetensi SDM juga harus dilakukan sebagai penunjang mencari pekerjaan. Terlebih yang memerlukan persyaratan kompetensi.

"Saya sangat memerlukan sertifikasi kompetensi teknis, baik itu operator, mekanik, driver Dump Truck. Hal ini sering dibutuhkan sebagai persyaratan pencari kerja," ucapnya.

Ia mengaku, pekerjaan yang dilakukan saat ini ialah hanya serabutan, dalam melakukan pemenuhan kebutuhan keluarga. Artinya pendapatan yang diperoleh tidak pasti dalam satu bulan bahkan setiap harinya.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Hermanto. Ia menyebutkan, pemerintah daerah juga harus memperhatikan pencaker yang memiliki kekurangan fisik.

"Pemerintah daerah dapat menekankan kepada dunia usaha, untuk melibatkan khususnya pekerja yang memiliki kekurangan fisik," ujar Muhammad Hermanto.

Dirinya berharap, peran pemerintah tak membedakan seluruh hak masyarakat untuk bekerja. Pihaknya menyadari kekurangan fisik ini membuat tak percaya diri dalam melamar pekerjaan di suatu dunia usaha atau instansi terkait.

Sementara itu Kabid Pelatihan Distransnaker Kukar Lukman menjelaskan, sosialisasi terhadap informasi pelatihan maupun kesempatan lapangan pekerjaan telah dilakukan. Sosialisasi itu menyasar kepada anak anak sekolah, melalui media sosial hingga tingkat kecamatan.

"Kita telah menyebarluaskan informasi melalui media sosial dan lainnya. Dan telah bersurat resmi ke Kecamatan, untuk menyampaikan terkait dengan pelatihan maupun lapangan pekerjaan kepada tingkat desa," jelas Lukman.

Terkait dengan peningkatan kompetensi teknis, Distransnaker Kukar pada 2025 ini menggelar 10 jenis sertifikasi kompetensi teknis diantaranya, sertifikasi mekanik, operator alat berat, operator dump truck, welder dan lainnya.

"Tujuan dari sertifikasi tersebut ialah, untuk meningkatkan kapasitas SDM Lokal berbasis teknis. Sertifikasi yang dilakukan ini sesuai dengan kebutuhan pasar atau lapangan pekerjaan," tegasnya.

Pihaknya menargetkan, ada sekitar 550 peserta yang akan difasilitasi untuk mengikuti sertifikasi kompetensi tersebut.

Terpisah, Kabid Pembinaan Pemberdayaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar Syarifah Rosita menambahkan, untuk menekan angka pencari kerja, pemerintah daerah berkomitmen terus menggelar job fair dengan menggandeng sejumlah perusahaan atau dunia usaha.

"Kami sudah mengirim sekitar 50 undangan kepada pihak dunia usaha atau perusahaan, untuk terlibat atau menyediakan lapangan pekerjaan," tambah Syarifah Rosita.

Ia menyebutkan, job fair kini akan digelar pada Juni 2025 mendatang. Selama ini, pelaksanaan job fair disambut baik oleh pencaker. Namun tak semua pencaker bisa diterima, karena ada proses kualifikasi dari setiap perusahaan.

"Kami belum mengetahui pasti terhadap kebutuhan lapangan pekerjaan. Dan setiap perusahaan ada kualifikasi tertentu yang telah ditetapkan," sebutnya.

Fresh Graduate Penyumbang Terbesar Pencaker

Angka pencaker juga dipengaruhi oleh fresh graduate. Untuk itu, jika ada kesempatan mereka jangan terlalu memilih lapangan pekerjaan.

"Biasanya anak anak yang baru lulus sekolah ini, suka memilih milih pekerjaan. Dan akhirnya mereka tak bekerja," papar Syarifah Rosita

Distransnaker terus melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan, terhadap informasi lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. Sehingga Distransnaker dapat menyampaikan hal ini ke masyarakat luas.

"Kami mohon kepada pihak perusahaan, untuk dapat melaporkan kebutuhan lapangan pekerjaan. Hal ini bagian dari upaya menekan angka pencaker," ungkapnya. (ary)



Pasang Iklan
Top