
Ketua Komisi III DPRD Kukar Farida
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Sebanyak 11 rumah warga dan 1 Masjid di Desa Batuah KM 28 mengalami kerusakan parah, akibat terjadinya pergeseran tanah belum lama ini.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius DPRD Kukar, untuk mendorong pemerintah daerah segera melakukan tindakan mengingat keselamatan masyarakat terancam.
Ketua Komisi III DPRD Kukar Farida mengatakan, atas persoalan tersebut beberapa waktu lalu DPRD mengambil langkah dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang dihadiri langsung oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala Desa Batuah dan masyarakat.
"Di dalam RDP itu, kami dari DPRD Kukar telah meminta kepada pemerintah daerah untuk mencarikan solusi, atas tempat tinggal masayarakat tersebut," kata Farida pada Kutairaya, Selasa (13/5/2025).
Melalui RDP itu, Pemerintah daerah menyatakan kesiapannya untuk membantu masyarakat yang terdampak, akibat bencana alam ini.
"Terkait bantuan tempat tinggal bagi masyarakat sudah dibahas di RDP oleh Dinas Perkim. Dinas Perkim memberikan bantuan bangunan rumah bagi masyarakat yang memiliki lahan, tapi sesuai dengan ketentuannya," ujarnya.
Bagi warga yang tak memiliki lahan, maka akan disewakan rumah melalui Dinas Sosial dan kemampuan daerah.
Dirinya berharap, masyarakat yang terdampak bisa segera diberikan bantuan. Agar masyarakat merasa nyaman dan aman. Saat ini masyarakat tak mau menempati rumahnya, karena mengkhawatirkan akan terjadi musibah. Sehingga masyarakat mengungsi ke halaman depan rumah, dengan menggunakan tenda.
Sementara itu, Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid tengah berupaya mengidentifikasi terhadap penyebab dari pergeseran tanah. Pemdes Batuah meminta bantuan pihak Universitas Mulawarman Samarinda, untuk melakukan penelitian.
"Langkah ini diambil sebagai respon cepat pemerintah desa, meskipun hal itu tak bisa dibiaya oleh pemerintah desa. Sehingga biaya itu saya menanggung pribadi," ucap Abdul Rasyid.
Dengan upaya ini, seharusnya tindakan atau langkah konkret dari pemerintah daerah, terhadap masyarakat yang terdampak. (ary)