• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



(Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menganggarkan sekitar Rp 200 miliar pada tahun 2025. Anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung lima kawasan prioritas serta penguatan sarana dan prasarana pertanian dalam rangka mewujudkan program “Kukar Idaman”.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa alokasi anggaran 2025 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Fokus penggunaan dana mencakup pembangunan irigasi, infrastruktur pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, serta kebutuhan pendukung lainnya.

“Perencanaan ini berdasarkan usulan dari kelompok tani, hasil kunjungan pimpinan daerah seperti Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda, serta aspirasi dari DPRD dan masyarakat. Kami kaji mana yang prioritas dan sangat dibutuhkan,” jelas Taufik Sabtu (12/4/2025).

Anggaran tersebut juga bersifat komplementer terhadap program dari pemerintah pusat. Dari dana pusat (PPN), terdapat alokasi sekitar Rp 40 miliar untuk pembangunan pertanian di empat kecamatan wilayah pesisir Kukar. Sementara total anggaran Distanak Kukar mencapai Rp 216 miliar, termasuk belanja pegawai dan non-pegawai, dengan sekitar 30 persen dialokasikan untuk pembangunan prasarana dan sarana pertanian.

Taufik menambahkan bahwa 70 persen dari total anggaran sektor pertanian digunakan untuk mendukung tiga program utama, yakni pengembangan sarana produksi, penyuluhan pertanian, dan pemberdayaan petani. Ketiga program tersebut dianggap vital untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kukar.

Selain pertanian, sektor peternakan juga menjadi perhatian serius. Distanak Kukar mengarahkan program untuk meningkatkan penyediaan daging dan telur, baik dari ternak besar maupun kecil. Meski daging ayam sudah relatif swasembada, daging sapi masih banyak didatangkan dari luar daerah.

“Kami intervensi lewat program dinas dan aspirasi masyarakat untuk meningkatkan populasi ternak, terutama sapi. Tapi tantangan di peternakan cukup berat, termasuk soal penyakit hewan yang perlu dikendalikan secara serius,” ujar Taufik.

Di sektor tanaman pangan, tantangan utama datang dari faktor iklim. Hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan beberapa lahan sawah terendam, mengganggu aktivitas pertanian.
Sementara itu, subsektor hortikultura juga terus dikembangkan. Distanak Kukar menangani tiga subsektor utama: tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Hampir seluruh dari 20 kecamatan di Kukar memiliki potensi hortikultura yang besar.

“Kecamatan seperti Tenggarong Seberang, Samboja, Kota Bangun, Sebulu, dan Tenggarong menjadi sentra hortikultura yang memasok kebutuhan Kalimantan Timur. Komoditas unggulan seperti cabai, tomat, gambas, dan timun sebagian besar berasal dari Kukar,” pungkasnya. (Dri/Adv)



Pasang Iklan
Top