• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, meresmikan sejumlah Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Anggana, Loa Janan, dan Muara Kaman. Peresmian secara simbolis dipusatkan di Kecamatan Anggana pada Kamis (10/4/2025).

Bupati Edi menegaskan bahwa keberadaan SKB sangat krusial sebagai bagian dari penyediaan dan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, terutama untuk mengatasi persoalan putus sekolah dan peningkatan kualitas SDM.

"Regulasi SKB sudah berubah, termasuk kurikulum yang kini telah ditetapkan. Oleh karena itu, saya tekankan perlunya perubahan dalam tata kelola SKB ke depan agar lebih proaktif dan berbasis data,"ujarnya Sabtu (12/4/2025).

Selama ini, lanjutnya, pengelolaan SKB cenderung pasif, hanya menunggu peserta datang. Ke depan, sistem ini harus diperbaiki dengan pendekatan berbasis data dari tingkat desa, terutama memanfaatkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Misalnya, jika ada anak putus sekolah, kepala desa harus punya datanya dan bisa langsung mengarahkan ke SKB terdekat untuk mengikuti program kesetaraan seperti paket A, B, atau C," jelasnya.

Tak hanya itu, Bupati Edi juga menekankan pentingnya membekali peserta dengan pelatihan keterampilan menjelang kelulusan. Ia mencontohkan SKB di Kecamatan Loa Kulu yang telah bekerja sama dengan perusahaan sekitar dalam menyediakan pelatihan mekanik dan sopir alat berat.

"Setelah lulus paket C, peserta langsung siap kerja. Ini nilai tambah dari SKB jika ekosistemnya dibangun dengan baik,"katanya.

Bupati juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar UPT di tiap kecamatan aktif berkoordinasi dengan kepala desa untuk mengintegrasikan data ke dalam rencana kerja dan anggaran (RKA) pendidikan nonformal.

"Ini penting, apalagi kita sedang menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026," tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dari hasil kunjungannya ke lapangan dalam program Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan, pendidikan menjadi faktor utama. Kelompok usia produktif harus didorong untuk melanjutkan pendidikan kesetaraan agar tidak kehilangan peluang.

Bupati Edi mengajak media untuk turut mengawal dan mengkritisi program SKB secara konstruktif demi perbaikan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa hingga 2024, sudah ada sekitar 12 hingga 15 SKB aktif di Kukar, termasuk di Kota Bangun, Tenggarong Seberang, dan Loa Kulu. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top