
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar debat perdana Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar sebagai tindak lanjut dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pemungutan suara. Debat berlangsung di Gedung Beladiri Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Rabu (9/4/2025).
Tiga pasangan calon (paslon) hadir lengkap bersama para pendukung untuk menyampaikan visi, misi, serta program unggulan mereka. Ketiga paslon tersebut adalah Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin (Aulia-Rendi) nomor urut 01, Awang Yacoub Luthman dan Akhmad Zais (AYL-AZA) nomor urut 02, serta Dendi Suriadi dan Alif Turiadi (Dendi-Alif) nomor urut 03.
Komisioner KPU Kukar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Muchammad Amin, menjelaskan bahwa pelaksanaan PSU tetap mengacu pada tahapan Pilkada reguler, termasuk kegiatan kampanye.
“Debat publik ini adalah bagian dari tahapan kampanye sebagaimana disebutkan dalam pertimbangan hukum putusan Mahkamah Konstitusi. Ini menjadi ruang bagi masing-masing paslon untuk memperkenalkan visi dan misi mereka kepada masyarakat,” ujarnya.
Muchammad Amin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, serta mengajak masyarakat Kukar untuk kembali menggunakan hak pilihnya pada 19 April 2025.
“Tingkat partisipasi pada Pilkada Serentak 2024 lalu mencapai 70,9 persen. Kami harap angka ini bisa meningkat dalam PSU nanti,” tambahnya.
Dalam debat, paslon Aulia-Rendi menyampaikan semangat melanjutkan pembangunan Kukar menuju "Kukar Idaman". Aulia Rahman menyebut dirinya bukan hanya sebagai pengganti, tapi juga sebagai perumus visi besar pembangunan Kukar.
“Saya bersama H. Rendi Solihin, dua anak muda yang telah teruji. Harapan adalah cahaya yang tak akan pernah padam,” ujar Aulia.
Paslon AYL-AZA menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang profesional. Misi mereka adalah mentransformasi sistem manajemen pemerintahan dan membangun kepemimpinan yang kompeten dan berorientasi pada hasil.
“Paradigma kami adalah harmonisasi tata kelola dan kepemimpinan profesional demi terwujudnya Kukar yang sejahtera,” ucapnya.
Sementara itu, paslon Dendi-Alif menegaskan komitmennya untuk membangun pemerintahan yang adil, makmur, dan amanah.
“Kami bukan hanya menyampaikan visi, tetapi akan mewujudkannya dengan keberanian. Rakyat Kukar harus merasakan kemajuan dan kesejahteraan,” tegasnya.
Debat perdana ini menjadi pembuka masa kampanye PSU, dan diharapkan bisa membantu masyarakat menentukan pilihan secara bijak menjelang pencoblosan ulang. (Dri)