• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan peresmian Puskesmas Pembantu di Kecamatan Kembang Janggut oleh Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, pada Jumat (4/4/2025) lalu.

Bupati Kukar Edi Damansyah menekankan bahwa keberadaan Puskesmas Pembantu adalah bagian tak terpisahkan dari struktur Puskesmas induk. Ia mengingatkan agar pimpinan Puskesmas induk tidak mengabaikan peran penting Puskesmas Pembantu sebagai garda terdepan layanan kesehatan di tingkat desa.

"Hal pertama yang selalu saya tekankan adalah agar pimpinan Puskesmas induk tidak melupakan keberadaan Puskesmas pembantu. Bentuk perhatian tersebut bisa melalui supervisi rutin, memastikan ketersediaan obat-obatan, dan pemenuhan kebutuhan lainnya. Sebab, kinerja Puskesmas secara keseluruhan juga diukur dari kinerja Puskesmas pembantunya," ujar Edi Minggu (6/4/2025)

Ia juga menyebutkan bahwa Puskesmas Pembantu merupakan pusat layanan kesehatan yang berada langsung di tengah-tengah masyarakat, sehingga peran serta masyarakat dan tenaga kesehatan lokal menjadi sangat krusial dalam menyukseskan fungsinya.

Bupati Edi juga memaparkan kebijakan strategis yang telah diambil melalui Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKKD) untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah. Salah satu langkah konkret adalah dengan mendorong perekrutan tenaga kesehatan di tingkat desa yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

"Syarat yang saya tekankan adalah agar tenaga kesehatan yang direkrut merupakan putra-putri desa setempat. Kenapa demikian? Supaya tidak ada yang bolak-balik keluar desa. Kalau dari luar desa, setengah hari bisa habis hanya untuk berpikir pulang pergi, bukan fokus pada pelayanan di Puskesmas pembantu," jelasnya.

Menurut Bupati, pendekatan ini sudah mulai menunjukkan hasil positif di berbagai wilayah. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya selalu turun langsung memantau kondisi lapangan, mulai dari bangunan, peralatan medis, hingga ketersediaan sumber daya manusianya.

Sebagai contoh, Edi menceritakan situasi di Desa Lamin Pulut, di mana bidan yang sebelumnya bertugas harus pindah mengikuti suaminya ke luar daerah. Menyikapi hal itu, Pemkab segera merekrut bidan baru dari warga lokal agar pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa gangguan.

"Alhamdulillah, kebijakan ini sudah berjalan di banyak tempat. Kita tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun sistem pelayanan yang berkelanjutan dan dekat dengan masyarakat," tambahnya.

Edi berharap kehadiran Puskesmas Pembantu di Kembang Janggut ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan derajat kesehatan warga serta mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas layanan kesehatan di lingkungan mereka. (Dri/Adv)



Pasang Iklan
Top