• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kesiapan Operasi Ketupat 2025 untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idul Fitri 1446 H.

Kapolres Kukar, AKBP Dody Surya Putra, menyatakan bahwa pemerintah telah memberikan berbagai stimulus kebijakan guna meningkatkan kenyamanan pemudik.

“Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus kebijakan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik. Di antaranya diskon tarif tiket dan tol, kebijakan work from anywhere, serta perpanjangan libur sekolah,” ungkapnya.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28-30 Maret 2025, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 5-7 April 2025. Untuk menghadapi lonjakan ini, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait menggelar Operasi Ketupat 2025 dengan tagline "Mudik Aman, Keluarga Nyaman”.

Operasi ini berlangsung mulai 23 Maret hingga 8 April 2025 di delapan Polda prioritas, serta 26 Maret hingga 8 April 2025 di 28 Polda lainnya.

Sebanyak 164.298 personel gabungan akan dikerahkan dalam operasi ini dan ditempatkan di 2.835 pos, yang terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, serta 309 pos terpadu. Fokus pengamanan mencakup 126.736 objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

Selain itu, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang, rekayasa lalu lintas, pengelolaan penyeberangan laut, penghentian proyek konstruksi, serta pengalihfungsian sementara jembatan timbang sebagai tempat istirahat bagi pemudik.

“Pedomani SKB ini dan sosialisasikan kepada masyarakat agar dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” tambah AKBP Dody.

Untuk mengurai kepadatan arus, akan diterapkan rekayasa lalu lintas seperti ganjil-genap, contra flow, dan one way system berdasarkan analisis pantauan CCTV, traffic counting, serta laporan petugas di lapangan secara real-time. Di jalur penyeberangan, diterapkan delaying system, buffer zone, screening tiket, serta pola operasi kapal Tiba-Bongkar-Berangkat.

Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) serta BBM juga menjadi perhatian utama. Polri akan melakukan pemantauan pasokan, fluktuasi harga, serta memastikan distribusi berjalan lancar.

“Tindak tegas pelaku penimbunan yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat,” tegas Kapolres.
Selain aspek keamanan, strategi komunikasi publik juga menjadi prioritas.

Masyarakat diharapkan dapat mengakses informasi terkait layanan kepolisian, pesan kamtibmas, serta rekayasa lalu lintas dengan mudah. Layanan darurat 110 juga dioptimalkan sebagai pusat pengaduan dan pelaporan tanggap darurat.

“Di saat masyarakat menikmati libur dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga, kami tetap siaga memberikan pengamanan dan pelayanan terbaik,” pungkas AKBP Dody Surya Putra. (Dri)



Pasang Iklan
Top